Jangan Tempatkan di Hati!

Oleh Hali

Kita akan melanjutkan pembahasan kita yang kemarin. Tema masih mengenai harta dan hati. Hati kita seringkali berada di tempat di mana harta kita berada.

Yesus Kristus menganjurkan kita untuk menyimpan harta di surga. Jangan menyimpan harta di bumi! Berhubung mudah rusak dan dicuri. Menyimpan di surga tak akan rusak dan tak bisa dicuri. Bagaimanakah kita memahami lebih jauh?

Uang kita hendaklah ditaruh di tangan. Uang kita bisa pula ditaruh di kantong. Uang kita tak jarang disimpan di bank. Yang paling celaka apabila uang kita ditempatkan di hati.

Jikalau harta benda ditempatkan di hati, habislah kita. Itu sebabnya BELIAU menganjurkan jangan simpan di bumi, melainkan di surga.

Bila uang dan harta ditaruh di tangan, di kantong dan di bank, maka kita akan menggunakannya secara bertanggung jawab. Kita akan mengelolanya secara benar.

Bapak Ibu dan Saudara-Saudari sekalian, andaikan Anda menaruhnya di hati Anda, hidup Anda akan senantiasa memikirkan uang dan harta Anda itu. Di sinilah letak bahayanya. Kita tak akan bisa lagi memakai dan mengelolanya secara benar dan bertanggung jawab.

Uang dan harta benda, bisa Anda gunakan untuk keperluan hidup Anda, keperluan hidup keluarga, keperluan hidup sesama Anda. Pergunakanlah secara benar dan bertanggung jawab!

Uang dan harta, bisa pula digunakan dalam berinvestasi. Dengan berinvestasi, uang dan harta Anda akan berkembang. Artinya, menjadi lebih banyak. Berinvestasilah secara benar dan bertanggung jawab!

Sekali uang dan harta Anda ditaruh di hati, habislah kita. Kita tak akan pernah lagi memikirkan tentang penggunaan dan penginvestasian yang benar dan bertanggung jawab.

Uang dan harta ditaruh di hati. Kita sudah menjadi hamba dari uang dan harta. Kita tidak bisa lagi menjadi tuan atas uang dan harta kita.

Tak jarang orang hendak berjuang keluar dari status hamba menjadi status tuan. Kita pun bukanlah tuan atas harta dan uang. Lantas kalau bukan hamba dan bukan tuan, apa status kita atas uang dan harta kita?

Menurut hemat saya, kita mesti adalah seorang manajer atas uang dan harta. Kita jangan menjadi hamba dan kita juga jangan menjadi tuan. Kita mesti menjadi manajer.

Tuhan adalah pemilik langit dan bumi. Tuhan pula pemilik atas uang dan harta kita. Kita dipercayakan oleh Dia sebagai manajer. Sudahkah Anda menjalankan tugas sebagai manajer secara benar dan bertanggung jawab? Inilah pertanyaan yang harus kita tanyakan kepada diri kita sendiri.

1 Comment

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s