Capaian Xi Jinping

Oleh Hali

Xi Jinping merupakan presiden kedelapan dari RRT. Ada orang yang menyebutnya kesekian, berdasarkan cara perhitungan tertentu. Yang jelas beliau kini memimpin negara Tirai Bambu. Mungkin pula masih akan memimpin untuk putaran berikut.

Ini yang sedang disoroti oleh dunia. Beliau sudah menjabat dua putaran: 2013-2018 dan 2018-2022.

Pada tahun 2018 Tiongkok merevisi masa jabatan presiden. Tak lagi dibatasi dua putaran. Ini membuka peluang bagi Presiden Xi untuk melanjutkan memimpin China.

Mancanegara menanti suksesi kepemimpinan di Tiongkok. Untuk sekarang ini, kita hanya dapat mengatakan kemungkinan besar beliau melanjutkan jabatan sebagai presiden. Mungkin pula tidak. Artinya, beliau digantikan oleh orang lain.

Tanda-tanda ke arah melanjutkan jabatan memang cukup jelas. Prestasi beliau menjadi sorotan di dalam negeri. Di luar negeri, tidak sedikit orang yang mengakui keberhasilan Presiden Xi.

Sosok ini merangkak dari bawah. Memasuki anggota partai pun penuh perjuangan. Jabatan demi jabatan dijajaki tahap demi tahap. Sewaktu revolusi kebudayaan, beliau harus turun ke desa. Tak boleh dilewatkan, Jinping lulusan universitas nomor wahid di negaranya.

Salah satu prestasi beliau adalah mengentaskan kemiskinan. Satu per satu daerah miskin ditanggani. Mereka yang hidup terpencil sekali, bahkan berbahaya untuk dijangkau, didekati dan dipindahkan ke desa-desa yang lebih terjangkau, lengkap dengan fasilitas rumah dan perabotan yang lebih dari layak huni.

Prestasi lain, membersihkan negara dari praktek korupsi. Sudah tak terhitung pejabat dan mantan pejabat yang terkena penindakan atas perbuatan korupsi baik di masa lalu maupun masa kini. Beliau membersihkan partai dan pemerintah dari praktek-praktek korupsi. Harta kekayaan dari para koruptor disita menjadi milik negara. Rakyat dan masyarakat internasional amat memuji keberhasilan Tiongkok di bidang penindakan terhadap koruptor. Koruptor harus dimiskinkan! Itulah prinsip yang berlaku di China.

Prestasi berikut, dalam bidang ekonomi. Tiongkok telah menggantikan Jepang menjadi ekonomi terbesar kedua di dunia. Jangan-jangan sekarang RRT telah menduduki posisi ekonomi nomor satu yang mengeser USA. Capaian ini yang amat mengesalkan Amerika. Tak mau posisinya tergeser. Perang dagang dilancarkan USA terhadap Tiongkok.

Prestasi yang terus dijalankan, yakni mengenai kesetaraan. Beliau masih terus menggalakkan. Tiongkok ingin mendongkrak apa yang dinamakan sebagai kemakmuran bersama. Upaya ini dilakukan lewat tindakan-tindakan konstruktif terhadap orang-orang superkaya di negara Tirai Bambu. Para milyarder diharuskan berkontribusi secara aktif untuk menuju kemakmuran bersama di dalam negeri.

Bapak Ibu Saudara-Saudari sekalian, itulah beberapa prestasi beliau. Keempat capaian Presiden Xi yang kita sebutkan di atas paling patut mendapat acungan jempol.

Negara-negara lain dapat berkaca dari keberhasilan Tiongkok. Kita pun dapat maju. Setiap negara dapat maju. Setiap negara berhak untuk maju.

DPRD dan ASN Terima Bansos?

Oleh Hali

Masa Pandemi sudah berlangsung hampir dua tahun. Pemerintah RI bertindak sigap dan adil. Mereka yang kehilangan pekerjaan diberi bansos. Begitu juga masyarakat yang berpenghasilan rendah.

Nama-nama rakyat yang susah didata. Negara kita mempunyai apa yang dinamakan sebagai DTKS. Ini merupakan data-data orang atau keluarga susah yang layak mendapatkan bantuan sosial alias bansos. Pemerintah pusat melalui Dinas Sosial menyalurkan bantuan keuangan kepada mereka.

Minggu lalu rakyat sempat dibuat kaget. Kaget terhadap kejadian di Kabupaten Cirebon. Ada apa gerangan dengan Kabupaten Cirebon? Kita akan coba telusuri!

Terdapat 5 nama anggota DPRD masuk dalam daftar mereka yang menerima bansos. Lebih ngeri lagi, sampai 2000-an orang lebih ASN juga masuk ke dalam daftar yang sama. Wow, sampai begitu rupanya ya!

Belakangan setelah diverifikasi dikabar bahwa, kelima orang anggota DPRD tersebut namanya memang masuk namun mereka tidak menerima bansos.

Kalau begitu mengapa nama mereka bisa sampai masuk DTKS? Ini juga perlu diselidiki secara tuntas.

Anda bisa membacanya di Tribunnews dan Merdeka.com. Tak hanya yang online, media televisi pun ikut memberitakannya. Lihat saja misalnya di kompas TV atau Liputan6! Berita yang sama juga ramai beredar di medsos. Jangan-jangan Anda juga sudah membacanya melalui Whatsapp yang dikirimkan oleh teman.

Marilah kita menganalisis bersama aib tersebut! Beberapa pertanyaan perlu diajukan. Apakah anggota DPRD termasuk rakyat yang kehilangan pekerjaan di masa wabah Corona? Apakah 2000-an ASN tersebut kehilangan pekerjaan? Apakah mereka tidak menerima gaji/honor bulanan lagi selama pandemi? Apakah 2000-an ASN dan 5 anggota DPRD termasuk mereka yang berpenghasilan rendah?

Jawaban atas keempat pertanyaan itu tentulah tidak. Tidak! Tidak! Tidak! Tidak! Seluruh rakyat Indonesia tentu mengetahui jawabannya. Murid-murid SMP dan SMU serta SMK juga bisa menjawabnya.

Selain di Kabupaten Cirebon, bagaimana dengan kota atau kabupaten lain di seantero Tanah Air? Apakah DPRD dan ASN di luar Cirebon kebal terhadap penerimaan bansos? Ini merupakan pertanyaan serius yang perlu dicermati oleh seluruh rakyat Indonesia?

Beruntunglah, Dinas Sosial Kabupaten Cirebon sudah mulai turun tangan. Kita menantikan laporan penangganan atas masalah aib besar ini. Lebih cepat akan lebih baik!

Bansos harus diberikan secara benar dan tepat. Bansos harus sampai ke tangan mereka yang berhak menerimanya. Bansos jangan diselewengkan! Bansos jangan disalahgunakan! Bansos jangan dikorupsi!

Sang Pencipta langit dan bumi pasti akan murka terhadap penggunaan bansos yang salah. Sang Pencipta tak perlu berlaku tidak adil pada siapa pun juga.

Beruntunglah Indonesia mempunyai seorang Tri Risma. Orang yang peduli dengan rakyat! Orang yang bekerja keras meninjau ke lokasi. Orang yang acapkali blusukan dan turun ke bawah. Orang yang meninjau sampai lapangan untuk memantau kondisi riil rakyat jelata.

Semoga akan bangkit Tri Risma-Tri Risma lainnya di seluruh Indonesia. Masih banyak PR yang harus dikerjakan di seluruh penjuru Nusantara.

Tiongkok Imbau Simpan Pangan

Oleh Hali

Pada tanggal 1 November 2021 ini Tiongkok mengeluarkan pengumuman. Kementerian Perdagangan meminta masyarakat menyimpan makanan. Dua hal ditekankan, kebutuhan sehari-hari dan untuk kondisi darurat. Dikatakan penyimpanan makanan diperlukan untuk kebutuhan musim dingin sampai musim semi.

Rakyat bergerak. Mereka mulai membeli makanan. Beruntung, tidak ada gelombang kepanikan. Pun tak terjadi pemborongan makanan di supermarket seperti yang pernah terjadi di Singapore pada masa Pandemi Corona ini.

Sebagian orang heran. Di awal masa Pandemi Corona tahun 2020, pemerintah sama sekali tak mengeluarkan himbauan serupa. Mengapa justru himbauan dikeluarkan sekarang ini?

Inilah yang mendapatkan sedikit tanggapan. Kita perlu mencermati pula. Beberapa analisis dapat diketengahkan di sini.

Kemungkinan pertama, akhir-akhir ini terjadi hujan deras dan kondisi cuaca yang tak biasa. Di beberapa daerah sampai berakibat gagal panen. Terutama terjadi pada produk sayur-sayuran.

Bisa pula kementerian perdagangan sedang mendorong belanja. Kemungkinan kedua ini sangat bisa terjadi. Upaya untuk meningkatkan belanja dalam negeri, khususnya terhadap produk lokal.

Di lain pihak, mengalikan perhatian masyarakat dari belanja produk import. Kita semua sudah tahu bahwa beberapa tahun terakhir ini sedang terjadi perang dagang pada beberapa negara besar.

Kemungkinan ketiga datang dari teori konspirasi. Beberapa negara sedang mempermainkan isu Taiwan akhir-akhir ini. Tampaknya mereka berusaha memanas-manasi Tiongkok.

Taiwan merupakan salah satu dari propinsi milik Tiongkok. Tepatnya propinsi yang ke-23. Beberapa negara hendak mendorong Taiwan menjadi sebuah negara sendiri.

Teori konspirasi mengembangkan isu ini. Perang dagang telah terjadi beberapa tahun. Akankah meletus perang sungguhan? Maksudnya tak lain dari perang senjata, perang militer. Perang antara Tiongkok dengan Taiwan? Perang antara Tiongkok dengan beberapa negara yang provokatif?

Begini menurut hemat penulis. Ketiga kemungkinan di atas bukan tanpa alasan. Hanya, kemungkinan ketiga lebih kecil. Kemungkinan pertama dan kedua lebih besar. Namun tak bisa pula menutup kemungkinan terjadi kemungkinan ketiga. Cuma, sekali lagi, kemungkinan ketiga lebih kecil.

Di tengah-tengah kondisi yang memburuk ini, apa yang perlu kita lakukan? Persoalan masih terletak pada Pandemi Corona. Kita masih tetap harus mengantisipasi penyebaran Corona walaupun angka penularan sudah amat melandai.

Selain itu, ketahanan dan keamanan setiap negara. Salah satunya terletak pada ketahanan pangan. Kita perlu mendorong swasembada pangan. Kita harus mengurangi dan menghentikan ketergantungan pada produk-produk import. Kita perlu mengalakkan diversifikasi pangan. Kalau kebutuhan makan tiga kali sehari masih bersandar pada import, bukankah kondisi dalam negeri begitu lemah?

Bapak Ibu Saudara-Saudari, apa yang bisa Anda perbuat?

Ancaman Pinjol

Oleh Hali

Zaman internet, apa-apa online. Pesan ojek dan taksi bisa online. Pesan makanan dan minuman bisa online. Belanja ini belanja itu cukup online.

Tambah lagi, kita berada dalam masa Pandemi Corona, online-online semakin bertambah. Sekolah dan kuliah online. Ikut seminar online. Rapat diadakan online. Ibadah pun online.

Dahulu, pinjam uang perlu datang langsung. Kini, pinjam uang bisa online. Masa lalu, lintah darat perlu ketemu muka dengan muka dengan calon korban. Masa kini, lintah darat pun membuka online.

Sekarang bertebaran pinjaman-pinjaman online. Sampai-sampai ada singkatan khusus yang disusun untuknya: pinjol.

Akhir-akhir ini sepak terjang pinjol sudah cukup mengkhawatirkan. Pemerintah segera turun tangan. Dikeluarkan daftar 106 pinjol yang legal. Demikianlah data pemerintah yang diwakili oleh Otoritas Jasa Keuangan per 11 Oktober 2021. Menindaklanjuti pinjol, dikeluarkan pula daftar sejumlah besar pinjol yang dinyatakan tegas sebagai ilegal. Sampai 151 pinjol ilegal. Wow, menakutkkan!

Bukan itu saja, serangan tegas ditujukan kepada pinjol-pinjol ilegal. Masyarakat yang kadung terjebak ke dalam pinjol ilegal dihimbau untuk tidak membayar atau tak perlu melunasi hutangnya.

Apabila para penghutang tidak membayar kepada pinjol, tentu pinjol-pinjol bermuram durja. Para peminjam tentu bersukaria, apalagi ada beking di belakang mereka. Singkatnya, para peminjam untung dan pinjol-pinjol ilegal menjadi buntung. Sebagian orang bisa berkomentar: “Salah sendiri menyelenggarakan pinjol illegal.”

Mungkin perlu dipertimbangkan solusi lain. Para pinjol ilegal harus ditindak tegas, dengan denda dan bahkan penutupan. Tambahan pula, para peminjam hanya perlu menggembalikan pinjaman pokok, tanpa perlu membayar bunga sama sekali. Solusi ini akan lebih fair bagi pihak pinjol ilegal, para peminjam dan pemerintah sebagai pengawas.

Jangan-jangan Anda sudah terjerumus ke dalam pinjol ilegal. Segeralah sadar diri! Cepat-cepat mengambil langkah untuk keluar dari pinjol illegal! Jikalau tidak, Anda akan terjerumus semakin dalam.

Dalam hidup ini sebisa-bisanya tak berhutang sama sekali. Maksudnya, tak meminjam kepada siapa pun, baik meminjam kepada saudara, teman, bank ataupun pinjol resmi. Pinjam pada pinjol ilegal, amit-amit jabang bayi. Apabila betul-betul amat membutuhkan dan terpaksa harus menempuh jalan berhutang, pinjamlah dengan pihak yang benar dan jelas! Tempuhlah prosedur berhutang yang benar! Bank-bank perlu proaktif untuk mempermudah prosedur peminjaman. Di luar perbankan, pinjol-pinjol perlu mengikuti aturan main yang benar dan sehat. Masyarakat yang memang membutuhkan pinjaman dapat meminjam ke bank atau pun pinjol resmi. Pemerintah tetap perlu mengawasi proses simpan pinjam di tengah masyarakat.

Tiongkok Kekurangan Listrik?

Oleh Hali

Belakangan ini terjadi pemandaman listrik di beberapa kota dan propinsi di Mainland. Dunia usaha menanti dengan harap-harap cemas. Masyarakat luas turut merasakan dampaknya.

Topik ini menjadi pembicaraan hangat bagi sebagian kalangan. Ada apa gerangan? Mengapa bisa sampai terjadi? Bukankah Tiongkok merupakan negara besar?

Listrik sudah menjadi kebutuhan sehari-hari dunia modern. Rumah-rumah membutuhkan listrik. Kantor dan sekolah membutuhkan listrik. Pabrik-pabrik terlebih lagi, amat bergantung pada suplai listrik.

Beberapa hal perlu kita cermati bersama. Situasi kondisi tertentu dapat menyebabkan terjadi kekurangan suplai listrik. Marilah kita mencermatinya bersama!

Pertama, kebutuhan listrik di Mainland banyak disuplai dari PLTA. Yang paling sering kita dengar adalah Bendungan Tiga Ngarai. Suplai listrik sebagian besar didapatkan dari sini. Di luar itu, masih terdapat tidak sedikit bendungan-bendungan yang dapat menghasilkan listrik. Debit air dari beberapa bendungan mengalami penurunan.

Kedua, listrik dari batubara. Tak dapat disangkali telah terjadi perang dagang antara Australia dan Tiongkok. Kebutuhan batubara China selama ini banyak diimport dari Australia. Sebagai konsekuensi dari perang dagang, Tiongkok menghentikan import batubara dari Australia.

Ketiga, pembatasan pemakaian listrik. Berhubung perang dagang USA-Tiongkok yang belum tuntas, perlu dilakukan pembatasan pemakaian listrik. Strategi pembatasan listrik berguna untuk membatasi produksi di beberapa industri. Pembatasan ini bertujuan untuk melindungi industri dan devisa Tiongkok dari kebijakaan pencetakan dolar oleh USA.

Keempat, menurut pemantauan penulis, pembatasan listrik mengantisipasi pemakaian listrik yang lebih besar pada musim dingin. Artinya, pembatasan listrik kini guna menyambut datangnya winter. Banyak kota dan propinsi di China membutuhkan listrik yang ekstra pada pertengahan November hingga Maret untuk keperluan alat pemanas (heater).

Kelima, kebijakan pemerintah untuk mendorong penggunaan listrik nonfosil. Lingkungan hidup di Tiongkok perlu dijaga seiring dengan pemanasan global. Sembari membatasi pemakaian listrik dalam negeri, Tiongkok sedang mendorong industri-industri mereka hijrah ke mancanegara, secara khusus Asia Tenggara.

Dari kelima kemungkinan di atas, tidak heran bahwa Tiongkok kekurangan listrik. Atau, dapat pula dikatakan China sedang membatasi pemakaian listrik sekarang. Atau bahkan, kebijakan khusus pemerintah Beijing untuk menghadapi kondisi global terkini dan ke depan.

Memukul Harimau dan Lalat

oleh Hali

Pemimpin China masa kini bernama Xi Jinping. Beliau seorang yang berintegritas. Kepemimpinan yang kuat. Kondisi ini nyaris kembali ke masa pra-PD II atau pasca-PD II. Pada masa itu banyak pejuang-pejuang teguh dan kokoh di Asia dan Afrika. Pendek kata, pahlawan-pahlawan yang betul-betul berjuang bagi kepentingan rakyat.

Apa istimewanya seorang Presiden Xi? Inilah yang akhir-akhir ini banyak disoroti masyarakat internasional. Di tengah kemajuan Tiongkok yang besar dan cepat, pertanyaan ini semakin serius.

Setelah beliau terpilih menjadi presiden, Xi Jinping bergerak cepat. Beliau pernah mengeluarkan pernyataan yang tegas: “Harimau dan lalat harus dipukul bersama.” Kalimat ini menandai dimulainya satu program nasional.

Apa arti kalimat tersebut? Apa signifikansinya bagi China? Program apa yang sedang digalakkan? Marilah kita menganalisis kalimat tersebut!

Umumnya kalau mau pukul harimau, ya pukullah harimau. Jika hendak memukul lalat, ya pukullah lalat. Akan tetapi, kalimat ini hendak menegaskan, dilakukan bersama-sama.

Harimau menunjuk kepada koruptor besar. Lalat merujuk ke koruptor kecil. Harimau dan lalat harus dipukul bersama, mengandung pengertian koruptor kelas kakap dan kelas teri harus diberantas bersama. Artinya, sekaligus dilakukan.

Harimau dan lalat harus dipukul bersama jelas adalah sebuah program pemberantasan korupsi. Jikalau hendak diperluas, ia merupakan program pemberantasan KKN.

Presiden Xi membersihkan partai politik. Xi Jinping membersihkan jajaran pejabat pemerintah. Beliau melancarkan program mengejar para koruptor. Ini merupakan program sapu bersih terhadap koruptor.

Bapak Ibu Saudara-Saudariku sekalian, di sinilah terlihat kehebatan dan kebesaran seorang Xi Jinping. Program ini menyelamatkan keuangan negara. Pemberantasan korupsi turut menunjang kemajuan bangsa dan negara. Sekali lagi, Harimau dan lalat harus dipukul bersama.

Kemajuan sebuah negara juga bergantung pada pemberantas korupsi. Salah satu penghambat kemajuan bangsa dan negara adalah korupsi dan para koruptor. Korupsi harus diberantas. Koruptor perlu ditangkapi. Uang yang terkorup mesti dikembalikan secara utuh.

Korupsi tak bisa diberantas yang besar saja. Korupsi tidak bisa diberantas yang kecil saja. Korupsi tidak bisa diberantas hanya yang sedang saja. Koruptor besar, koruptor sedang dan koruptor kecil, semuanya dan segalanya harus diberantas bersama. Lebih cepat akan lebih baik!

Bagaimana dengan negara kita? Bagaimana dengan propinsi Anda? Bagaimana dengan kabupatenmu? Bagaimana dengan kota dan desa di mana Anda berdomisili? Apakah korupsi telah diberantas? Apakah koruptor masih berkeliaran? Marilah bertindak bersama. Pejabat resmi harus bergerak memberantas korupsi. Rakyat dan penduduk harus berpartisipasi memberantas korupsi. Niscaya, desa, kota, kabupaten, propinsi dan negara kita akan maju!

Lintah Darat

oleh Hali

Masyarakat tanah air seringkali mendengar frase lintah darat. Maksudnya, mereka yang meminjamkan uang dengan bunga yang tinggi sekali. Saking tingginya bunga, kita bisa menyebut sebagai bunga mencekik. Itulah sebabnya diberi sebutan lindah darat.

Lintah menyukai hidup di tempat berair. Itu sebabnya lintah sering kita temukan di sungai, rawa dan selokan. Orang-orang yang masuk ke dalam air. Lalu, tanpa disadari bisa digigit oleh lintah. Sebenarnya Lintah menempel pada kulit. Umumnya pada bagian kaki. Lintah hanya menempel untuk kebutuhan mengisap darah.

Orang-orang bijaksana tempo dulu mengembangkan ide lindah mengisap darah menjadi lintah darat. Lintah yang satu ini bukan hidup di dalam air, melainkan di darat. Dia tidak mengisap darah. Apakah yang dihisap oleh lintah darat? Lintah darat mengisap hasil keringat Anda melalui bunga uang.

Lintah darat sering berjalan keliling. Mereka mengunjungi rumah demi rumah. Mereka menawarkan pinjaman ke orang-orang. Pada masa kini, lintah darat juga memanfaatkan teknologi modern. Mereka menelpon calon korban. Mereka mengirimkan pesan lewat whatsapp.

Lintah darah menetapkan bunga yang rendah (per bulan). Bunga itu terlihat rendah karena dihitung perbulan. Paling-paling sebulan 5% saja. Bunga yang rendah ini apabila dihitung ke dalam bunga tahunan maka angka itu secara kasar akan menjadi 5% x 12 = 60%. Jadi, sebenarnya bunga uang yang ditentukan oleh lintah darah yang menentukan 5% perbulan sama dengan 60% pertahun. Bunga uang inilah yang diisap oleh lintah darat dari orang-orang yang meminjam uang padanya.

Anda dapat membandingkan dengan pinjaman di Bank. Termasuk bisa dibandingkan dengan kredit rumah atau kredit mobil. Bank menetapkan suku bunga harus lebih rendah atau maksimal sama dengan dari standar suku bunga yang dipatok oleh pemerintah.

Suku bunga pinjaman di bank-bank dihitung pertahun. Dalam kondisi ekonomi sulit dan bergejolak pemerintah bisa menetapkan suku bunga tinggi, misalnya sampai 15% pertahun. Akan tetapi, umumnya hal itu jarang terjadi. Dalam kondisi normal, suku bunga pinjaman biasanya rendah. Bisa di bawah angka 10% pertahun dan bahkan terkadang sampai di bawah 5% pertahun.

Sekarang coba Anda bandingkan dengan suku bunga yang ditentukan lintah darat! Angka 5% perbulan secara kasar berarti 60% pertahun. Amat sangat mencekik leher! Lintah ini mengisap darah banyak sekali dari korbannya.

Selain bunga yang sangat tinggi, masih terdapat hal lain. Umumnya, lintah darat memanfaatkan kelemahan korban. Korban sedang kesulitan keuangan. korban sedang menghadapi hidup yang susah. Orang yang sedang tidak kesulitan keuangan, bisa menjadi korban dari lintah darat. Mereka yang gemar berhutang. Ini punmenjadi sasaran dari lintah darat. Hati-hatilah Anda yang hobby berhutang! Bisa jadi sekarang Anda sedang menjadi incaran lintah darat.

Bapak Ibu dan Saudara-Saudariku sekalian, apakah sekarang “darah Anda” sedang diisap oleh lintah darah? Ataukah keluarga Anda “kulit kakinya” sedang ditempeli lintah darat? Adakah teman Anda akan kehabisan darah karena sedang asyik diisap oleh lintah darat?

Jikalau jawabannya “ya,” bergegaslah mengambil tindakan! Lepaskanlah diri Anda dari tempelan lintah darat! Cepat-cepat cari solusi untuk keluar dari kepungan lintah darat! Lebih cepat akan lebih baik. Jangan sampai Anda kehabisan darah, kering terisap!

%d blogger menyukai ini: