Bahasa Hokkian

oleh Hali

Kita sering mendengar tentang bahasa Hokkian di Indonesia. Sebagian dari Anda sudah pernah mendengarkan langsung bahasa Hokkian. Mungkin ada orang-orang di sekitar kita yang dapat berkomunikasi dalam bahasa Hokkian.

Apakah bahasa Hokkian itu? Ini merupakan suatu pertanyaan yang mudah-mudah sulit untuk dijawab. Marilah kita menelusurinya!

Kata Hokkian merupakan sebutan untuk Fujian 福建dalam bahasa Mandarin. Fujian atau Hokkian termasuk salah satu propinsi di RRT. Letaknya di bagian Tenggara dari Mainland. Propinsi ini memiliki garis pantai yang cukup panjang.

Dari nama propinsi Hokkian, kita kembali kepada bahasa Hokkian! Propinsi Hokkian memiliki dialek sendiri, yaitu bahasa Hokkian. Dalam percakapan masyarakat di Mainland, nyaris tidak diketemukan sebutan bahasa Hokkian (福建话). Yang sering terdengar dalam pembicaraan adalah sebutan Minnan hua (闽南话).

Minnan hua berarti bahasa Min bagian selatan. Kata Min adalah penanda untuk propinsi Fujian (Hokkian). Minnan hua merupakan salah satu dialek yang cukup populer di RRT. Ia adalah dialek mayoritas penduduk di kota Xiamen dan sekitarnya. Orang-orang di Taiwan pun banyak yang berbicara dalam Minnan hua.

Kalau Minnan hua amat populer, mestilah ada pasangannya. Pasangan dari Minnan hua mestinya Minbei hua meskipun jarang terdengar sebutan tersebut. Minbei hua menunjuk pada dialek dari penduduk di propinsi Hokkian bagian utara. Misalnya dialek dari orang-orang di kota Fuzhou dan Fuqing.

Penulis pernah berkunjung beberapa hari ke Fuzhou (Minnan) dan Xiamen (Minbei). Tatkala sedang berada di Xiamen, hampir 95% dari dialek masyarakat di sana dapat saya pahami dengan baik. Akan tetapi, manakala berada di Fuzhou, nyaris hanya 30% saja dari dialek masyarakat setempat yang dapat saya mengerti.

Mengapa bisa sampai demikian? Rupa-rupanya antara Minnan hua dan Minbei hua terpaut cukup jauh. Artinya punya perbedaan yang besar. Meskipun keduanya termasuk ke dalam satu dialek yang sama, perbedaannya cukup kentara. Penduduk di propinsi Hokkian sendiri pernah menjelaskan pada saya. Antara desa yang satu yang dipisahkan oleh sungai atau gunung sudah terdapat perbedaan bahasa dalam dialek yang sama. Pada kenyataannya, propinsi Hokkian memiliki banyak sekali sungai dan gunung. Itu hanya berarti terdapat banyak variasi dalam satu dialek Hokkian.

Bisa bikin pusing deh! Namun itulah kekayaan bahasa yang masih dalam satu dialek yang sama. Kondisi seperti ini juga berlaku di Nusantara. Di antara mereka yang berkomunikasi dengan dialek Hokkian, masih dapat dibagi menjadi banyak bahasanya walau masih di dalam satu dialek. Yang paling dominan di Indonesia adalah Minnan hua yang dapat diwakili oleh bahasa masyarakat Xiamen..Pada kenyataannya, memang sebagian besar orang-orang Tionghua di Indonesia dahulunya kakek nenek buyut mereka berasal dari propinsi Fujian bagian selatan.

Bapak Ibu dan Saudari-Saudariku sekalian, jangan lagi bingung bila orang berbicara tentang bahasa Hokkian! Bahasa Hokkian menunjuk pada salah satu propinsi di China. Di dalam dialek Hokkian sendiri masih terdapat variasi bahasa. Di satu pihak bisa membingungkan. Di lain pihak merupakan nuansa kekayaan dalam dialek.

*** Silahkan subscribe dengan mebrmasukkan email Anda ke kolom di bawah halaman ini (FOLLOW Blog). Please Subscribe to follow this blog site.

*** Setelah Subscribe berhasil, Anda akan dapat menerima artikel baru setiap hari Senin, Selasa, Kamis dan Jumat.

One comment

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s