Mengenal Seminari (3/5)


Oleh Hali

Pada umumnya seminari, STT atau sekolah Alkitab memiliki asrama. Semua mahasiswa-mahasiswi tinggal di dalam asrama. Ini seringkali merupakan suatu keharusan, tak dapat ditawar-tawar. Acapkali kampus dan asrama menyatu pada satu lokasi yang sama.

Mengapa tinggal dalam asrama? Apa kepentingannya? Tidak bolehkah tinggal di luar asrama? Bagaimana kalau kost saja di sekitar kampus?

Asrama ada bermacam-macam. Ada asrama yang satu kamar berisi empat orang. Ada asrama yang dua orang satu kamar. Ada pula kamar yang dihuni oleh lebih dari empat orang.

Kebanyakan kampus menyediakan dua bangunan asrama. Satu bangunan untuk mahasiswa (putra). Satu lagi bangunan buat mahasiswi (putri). Ada asrama yang berupa kamar-kamar saja. Ada pula asrama yang serasa rumah. Maksudnya, dalam satu rumah terdapat beberapa kamar. Setiap kamar bisa dihuni oleh empat orang. Kalau dalam rumah itu tersedia tiga kamar, berarti seluruh penghuni rumah itu dua belas orang. Mereka hidup bersama laksana satu keluarga dalam satu rumah yang terdiri dari beberapa kamar. Mereka giliran memasak. Mereka makan bersama.

Mereka bergiliran berbelanja sayur-mayur dan lauk-pauk. Mereka bergiliran memasak. Mereka bergiliran menata makanan, mencuci piring, garpu, sendok dan gelas. Mereka membersihkan ruang makan dan dapur. Mahasiswa/i sedang dilatih untuk belajar saling melayani. Mereka belajar kehidupan melalui hidup berasrama.

Asrama dan kamar perlu dirawat. Ada giliran membersihkan WC dan kamar. Terkadang terdapat pula tugas membersihkan ruang kelas dan halaman asrama serta kampus.

Bagi mahasiswa/i yang telah berkeluarga atau berumah tangga, terkadang diperlakukan sedikit berbeda. Ada kampus yang menyediakan asrama bagi mereka yang berkeluarga. Ada kampus yang tak mampu menyediakannya. Mereka yang berkeluarga diberikan kesempatan untuk kost atau pun kontrak rumah di sekitar kampus.

Bapak Ibu Saudara-Saudari sekalian, betapa besar manfaat hidup dalam asrama! Banyak pelajaran hidup melalui tinggal dalam asrama. Setiap mahasiswa harus belajar mandiri. Mandiri bukan sekedar mandi sendiri. Mandiri dalam arti hidup harus mengerjakan banyak hal bagi dirinya sendiri.

Itu saja belum cukup. Berasrama juga berarti bermasyarakat. Terkadang sesama teman dalam satu kamar bisa bertengkar. Mereka belajar menyelesaikan perselisihan. Bermasyarakat tentu tak terlepas dari asam, manis, pahit dan pedas kehidupan. Hal-hal ini dilatihkan dalam kehidupan berasrama.

Silahkan berkunjung ke asrama! Silahkan tinggal beberapa hari dalam asrama! Alamilah hidup mandiri dan bermasyarakat dalam asrama! Kiranya Anda semakin dewasa!

*** Silahkan subscribe dengan memasukkan email Anda ke kolom di bawah halaman ini (FOLLOW Blog). Please Subscribe to follow this blog site.

*** Setelah Subscribe berhasil, Anda akan dapat menerima artikel baru setiap hari Senin, Selasa, Kamis dan Jumat.

One comment

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s