Mengenal Seminari (2/5)

Seminari, STT, sekolah Alkitab tak jarang dipandang sebelah mata. Masyarakat berasumsi itu sekolah gampangan. Kalau anak-anak remaja atau pemudanya sudah tak diterima pada jurusan kedokteran, teknik, hukum dan lainnya maka akhirnya dikirim saja untuk studi teologi.

Pandangan di atas adalah salah kaprah. Itu menunjukkan bahwa mereka tak mengerti dunia pendidikan teologi. Mereka perlu mempelajari sepintas dunia pembelajaran teologi di lembaga resmi. Niscaya mata mereka akan terbuka lebar.

Bagaimana pendidikan di sana? Seminari, STT, sekolah Alkitab atau sebutan lainnya menyelenggarakan pendidikan teologi strata sarjana. Dalam dunia pendidikan, hal ini setara dengan pendidikan sarjana pada jurusan lainnya.

Apakah hanya hal itu yang perlu diketahui oleh masyarakat? Masih ada lagi. Studi strata S1 menuntut penyelesaian kredit antara 140 sampai 160 sks. Umumnya, jumlah kredit tersebut dapat diselesaikan dalam 8 semester, termasuk menulis tugas akhir berupa skripsi.

Tentang mata kuliah, tentu ada banyak. Dengan 140 sks saja, bila masing-masing mata kuliah dihitung 2 sks, maka mahasiswa harus menyelesaikan 70 mata kuliah. Masih mengenai mata kuliah, yang satu ini tak boleh dilewatkan. Ada mata kuliah belajar bahasa kitab suci, yaitu Ibrani dan Yunani. Ada mata kuliah Yunani 1, Yunani 2 dan Eksegesis Yunani (PB). Ada mata kuliah Ibrani 1, Ibrani 2 dan Eksegesis Ibrani (PL). Mata kuliah-mata kuliah ini saja tidak bisa digolongkan mudah atau gampangan. Tentu pelajaran bahasa Indonesia dan Inggris masih diperlukan.

Apabila seluruh tuntutan akademik telah dipenuhi, termasuk skripsi, masih ada persyaratan lain untuk kelulusan. Selesai dari semua kuliah mahasiswa/i akan menjalani praktek satu tahun. Mereka dikirim ke gereja-gereja atau sekolah-sekolah atau lembaga-lembaga lainnya. Selama tugas praktek lapangan ini mereka akan dinilai baik oleh pihak lembaga setempat maupun lembaga kampus yang mengutus mereka. Selesai ini, barulah mahasiswa tersebut akan dinyatakan lulus kuliah.

Bapak Ibu Saudara-Saudariku sekalian, semoga uraian ini dapat memberikan pencerahan tentang dunia pendidikan teologi. Pendidikan teologi bukanlah jurusan gampangan atau jurusan yang mudah dipelajari. Pendidikan teologi setara dengan pendidikan sarjana strata S1 secara umum. Bahkan dari aspek tertentu, pendidikan teologi lebih berat daripada berbagai jurusan lainnya, termasuk filsafat. Biarlah ini dapat mencerahkan kita semua.

*** Silahkan subscribe dengan memasukkan email Anda ke kolom di bawah halaman ini (FOLLOW Blog). Please Subscribe to follow this blog site.

*** Setelah Subscribe berhasil, Anda akan dapat menerima artikel baru setiap hari Senin, Selasa, Kamis dan Jumat.

2 comments

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s