Sambal Modif


Jika Anda adalah seorang yang makan pedas, uraian ini akan menarik. Meskipun banyak yang sudah Anda ketahui, tetap akan seru. Sebaliknya, bagi Anda yang tidak makan pedas, bisa jadi tema ini tak menarik. Namun, Anda juga bisa menjadikannya sebagai bahan penamba wawasan. Ya itu, wawasan memahami aneka ragam sambal.

Sambal yang paling sederhana bisa ditumbuk dan digiling. Sambal tumbuh tentu agak kasar. Meski kasar, sambal tumbuk tetap enak. Sambal giling tentu halus. Begitu halusnya sampai kadang-kadang berkurang rasa pedasnya.

Di jambi, kami lebih banyak mengkonsumsi sambal giling. Sambal giling yang paling sederhana, hanya diberi garam. Rasanya sudah pasti, pedas dan asin. Sambal sederhana ini biasa dipakai untuk olesan bengkuang, nanas dn mentimun. Anda bisa menikmati makanan ini di penjual buah potong. Umumnya, sambal sederhana ini ditambah sedikit kecap manis. Ini sudah menjadikan beberapa buah itu menjadi lezat.

Sambal sederhana di atas terkadang diberi sedikit air panas. Sambalnya tidak lagi mengumpal. Ia berubah menjadi larutan sambal. Larutan sambal ini dipakai untuk mengoles kerupuk ubi. Pada masa kecil saya, hampir setiap SD, SMP, SMA pasti menjual jajanan ini. Lezat sekali!

Kita mengenal pula sambal terasi. Sambal ditambahkan dengan terasi. Banyak teman yang berasal dari Sumatera kurang terbiasa dengan sambal terasi. Bagi orang yang pertama kali mengkonsumsi sambal terasa, bisa terasa aneh. Kalau sudah berulang kali, Anda mungkin akan menjadi pengemar sambal terasi.

Ada pula sambal dicampur mangga mentah. Sambal tumbuk bercampur mangga. Tentu ada rasa asam. Sambal mangga ini merupakan campuran untuk makan ikan bakar di Makasar. Pedas, asam dan enak!

Jangan lupa dengan sambal potong! Cabe dipotong-potong lalu tambah kecap manis ataupun asin. Anda bisa memakai cabe keriting. Terkadang orang memakai cabe rawit juga. Mungkin lebih baik kita tidak menyebutnya sebagai sambal, melainkan cabe potong. Rasa pedas dan cabe amat terpelihara.

Sekarang kita beralih ke sambal modernis. Sambal modernis muncul di era modern. Ia merupakan produk dari modernisme. Itu sebabnya penulis menyebutnya sebagai sambal modernis. Sambal macam apakah sambal modernis itu? Biasanya kita membeli dalam kemacam botol. Kini sudah banyak tersedia dalam plastik bungkus besar bahkan kecil dalam kemasan sachet. Inilah dia:…sambaaal….saaaos! Atau bisa dengan sebutan terbalik: saos sambal. Sambal saos inilah nama beken dari sambal modernis.

Satu lagi yang terakhir jangan kita lewatkan. Akhir-akhir ini muncul semacam sambal baru. Sangat mungkin inilah sambal terbaru. Sambal apakah gerangan?

Sebagaimana judul yang penulis berikan: sambal modif. Beberapa kali saya pernah makan sambal modif. Sewaktu satu dua kali makan, saya kaget juga. Kaget karena hendak menebak-benak sambal macam apakah ini. Berdasarkan rasa, ada pedas, bawang putih dan sedikit manis dan sedikit asin. Dari pengecapan ini, penulis mencoba menerka. Mestinya ini adalah pencampuran sambal saos dengan sambal tumbuk. Lalu saya bertanya kepada mereka yang memasak, meracik atau membuatnya. Terkaan saya ternyata tidak meleset.

Bapak Ibu Saudara-Saudariku sekalian, pernahkah Anda mengkonsumsi sambal modif? Jikalau belum pernah, mungkin Anda perlu mencobanya, terutama bagi Anda para pengemar sambal atau cabe. Tak kalah lezat dengan sambal-sambal lain di atas. Akan tetapi, bagi Anda pengemar sambal tulen, apalagi rada anti dengan sambal saos, bisa jadi Anda tak suka. Rasa cabenya akan memudar pada sambal modif. Yang dominan tinggallah rasa saos sambal, terutama yang masih terasa bawang putih.

Sambal manakah yang Anda sukai? Sambal manakah yang pernah Anda cicipi? Sambal manakah yang belum penah Anda coba? Jangan lewatkan aneka sambal lain di Nusantara. Masih banyak sambal-sambal unik lain yang belum kita singgung di sini.

*** Silahkan subscribe dengan memasukkan email Anda ke kolom di bawah halaman ini (FOLLOW Blog).

*** Setelah Subscribe berhasil, Anda akan dapat menerima artikel baru setiap hari Senin, Selasa, Kamis dan Jumat.

2 comments

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s