Ayah Yang Jarang Pulang


Kehidupan rumah tangga terdiri dari ayah, ibu, anak-anak. Terkadang masih ditambah lagi dengan kakek dan nenek, om dan tante. Inilah yang kita namakan sebagai keluarga, terutama unit keluarga inti.

Dalam praktek hidup ini, terkadang ada keluarga yang ayahnya jarang pulang. Halangan utama pulang seringkali adalah pekerjaan atau usaha. Pekerjaan atau usaha membuat sang ayah seringkali harus berada di luar rumah.

Ada keluarga di mana sang ayah berada di rumah seminggu sekali. Ada yang lebih lama lagi, sebulan baru pulang sekali. Terkadang di rumah hanya satu dua hari. Ada yang berada di rumah tiga empat hari. Setelah itu, berangkat lagi dan berada di luar rumah.

Beberapa pekerjaan yang menghalangi seorang ayah berada di rumah dapat kita sebutkan di sini: pelayaran, kehutanan, kepolisian dan ketentaraan, juga tenaga security. Lama mereka harus bekerja di luar rumah. Sejangka waktu baru pulang sekali. Apa boleh buat, itu tuntutan pekerjaan.

Dalam kondisi sedemikian, peranan seorang ibu menjadi besar dan berat. Dia harus berperan sebagai ibu, sekaligus berperan sebagai ayah. Apabila ada kelengkapan peran dari ibu dan ayah, umummnya anak-anak dapat bertumbuh sehat secara holistik. Bersyukur jika di rumah masih ada om dan tante, kaken dan nenek. Dari mereka itu, anak-anak juga dapat belajar sesuatu.

Dalam psikologi pendidikan, ini dinamakan role model. Anak-anak belajar melalui role model. Anak-anak mengamati dan melihat hidup dari role modelRole model mengiringi mereka untuk bertumbuh dan berkembang semakin dewasa. Anak-anak akan menjadi manusia-manusia yang sehat secara holistik.

Jikalau sang ayah sedang pulang ke rumah, dia hendaklah dapat berinteraksi dengan anak-anak secara maksimal. Selama dia pulang dan berada di rumah, tebuslah waktu-waktu yang hilang bersama anak-anaknya. Semoga role model dari ayah dapat terbentuk di dalam diri anak-anak!

Kita bersyukur hidup di zaman teknologi informasi yang canggih. Bagi ayah yang jarang berada di rumah, gunakan telepon dan internet dengan benar! Sering-seringlah berkomunikasi dengan anak-anak walaupun hanya bisa secara jarak jauh. Anak-anak pun belajar role model melalui komunikasi dunia maya tersebut.

Anak-anak perlu belajar lewat role model. Sedari mereka kecil lebih baik. Umumnya, pada usia 0 hingga 6 tahun. Jika hendak lebih lengkap, berikan periode yang lebih panjang: 0 sampai 12 tahun. Usia-usia emas tersebut jangan sampai dilewatkan!

*** Silahkan subscribe dengan memasukkan email Anda ke kolom di bawah halaman ini (FOLLOW Blog). Please Subscribe to follow this blog site.

*** Setelah Subscribe berhasil, Anda akan dapat menerima artikel baru setiap hari Senin, Selasa, Kamis dan Jumat.

2 comments

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s