Ketan, Pisang, Kopi


Waktu masih kecil di Jambi, seringkali kami sarapan pagi yang unik. Dekat rumah kami hanya ada satu warung. Makanan pagi hanya terdiri dari ketan, pisang dan kopi atau pun teh.

Kala itu penulis duduk di kelas 4 sampai kelas 6 SD. Saudara kandung lainnya masih kecil. Saya biasa disuruh orang tua untuk pergi membeli.

Biasanya kami hanya beli ketan. Ketan direbus, ditaburi kelapa parut mentah yang sedikit asin. Untuk beli dibawa pulang ke rumah, bungkusannya pakai daun pisang. Kadang pemilik warung menghadiahkan satu potong pisang goreng.

Sewaktu pergi ke warung membeli, di sana sudah banyak orang. Ada orang yang langganan setiap pagi. Tempat duduknya selalu sama. Tak pernah pindah tempat duduk. Sarapan paginya juga tak berubah: ketan rebus satu piring kecil, kopi satu cangkir kecil, pisang goreng satu buah.

Orang-orang lain yang sering sarapan di warung tentu berbeda makanannya. Ada yang hanya makan pisang goreng dua buah tambah teh. Ada juga yang hanya makan ketan tambah kopi.

Hal yang pasti adalah, sarapan pagi yang tersedia di warung itu hanya itu-itu saja: ketan rebus, pisang goreng, kopi dan teh.  Tidak pernah ada makanan lain.

Di Jambi, pisang goreng selalu memakai pisang batu. Di Jawa dinamakan pisang gepok. Terkadang pisang gepok direbus dan enak juga. Lebih sering orang-orang mengorengnya.

Tentang ketan, umumnya ketan rebus. Ketan ditambah dengan taburan kelapa parut dengan sedikit garam. Ada pula ketan rebus tambah serundeng. Ini tentu lebih lezat.

Itulah sarapan kami waktu itu. Sederhana, alamiah, makanan lokal! Sampai kini pun terkadang saya masih kepengen makan sarapan tiu. Kadang-kadang di pagi hari saya bisa menemukan makanan serupa di kota lain. Senang sekali dan makan dengan lahap.

Saudara-Saudariku sekalian, sarapan pagi itu dapat dipahami pula sebagai diversifikasi pangan. Sarapan dengan ketan rebus dan pisang. Pagi tidak makan nasi. Siang dan malam baru makan nasi.

Lagi pula, sarapan pagi itu sehat, alamiah, kaya gizi. Cukup dengan kopi dan ketan rebus tambah kelapa parut mentah sudah enak dan lezat. Bila tambah dengan satu pisang goreng akan lebih lengkap. Mereka yang tidak minum kopi bisa ganti dengan teh. Orang yang belum terbiasa makan ketan rebus pagi hari bisa makan pisang goreng.

Sederhana, alamiah, lezat, lengkap, diversifikasi pangan! Sarapan pagi sederhana nan kaya! Sampai kini pun saya terkadang merindukan makanan pagi kala itu: ketan, pisang, kopi.

Bagaimana dengan Anda? Pernah sarapan seperti itu? Anda mau mencobanya?

*** Silahkan subscribe dengan memasukkan email Anda ke kolom di bawah halaman ini (FOLLOW Blog). Please Subscribe to follow this blog site.

*** Setelah Subscribe berhasil, Anda akan dapat menerima artikel baru setiap hari Senin, Rabu dan Jumat.

2 comments

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s