Mengenang Dorothy I. Marx (bagian 4)


Kebanyakan dari kami mahasiswa di Bandung baru mulai mengenal dan berinteraksi dengan Ibu Dorothy pada waktu usia beliau telah lebih dari 50 tahun. Kami sering mendengar bahwa jam tidur malam beliau pendek saja. Beliau biasanya sudah mulai tidur pada pukul 23.00.  Pada pk 02.00 beliau telah bangun pagi. Dengan demikian rata-rata tidur malam beliau berkisar tiga jam sampai empat jam saja. Antara siang sampai sore, umumnya beliau tidur singkat sekali, tak lebih dari 30 menit.

Harus diakui bahwa orang-orang yang telah mencapai usia 50-an mulai tidur malam hanya sebentar. Umumnya tiga sampai empat jam sudah cukup. Mata sudah tak kantuk dan badan pun sudah segar kembali. Paling antara setengah hari sampai Magrib meluangkan waktu untuk tidur sebentar saja, tak lebih dari 30 menit. Persoalan terpenting bukanlah jam tidur pendek. Yang terpenting adalah jam-jam yang panjang dipergunakan untuk mengerjakan apa?

Dengan jam tidur yang pendek sekali, beliau menggunakan banyak waktu untuk mengerjakan ini dan itu. Hal utama yang dilakukan Ibu Dorothy adalah mempersiapkan bahan kuliah dan ceramah. Di samping itu, beliau perlu memeriksa hasil ujian dan makalah mahasiswa. Waktu-waktu yang masih ada digunakan untuk menyusun karya tulis. Beliau menghasilkan dan mewariskan pada kita tidak sedikit karya tulis yang telah diterbitkan. Beliau tahu apa itu menggunakan waktu-waktu di dalam hidupnya. Selamatkan waktu di dalam hidupmu! Itulah sosok seorang Dorothy Irene Marx, D.Theol..

7 comments

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s