Menghindari Makanan Sampah


Masyarakat primitif dan manusia era Pramodern tidak mengenal konsep makanan sampah. Dalam era modern dan pascamodern kita mengenal apa yang dinamakan sebagai makanan sampah. Sebagian orang telah memahami hal ini namun sebagian besar orang belum mengenal makanan sampah. Ataupun, jika mereka sudah mengetahuinya, pada kenyataannya mereka tak perduli sama sekali dengan makanan sampah. Apa arti ini semua? Mereka masih mengkonsumsi makanan sampah setiap hari dan mereka memandangnya sebagai makanan wajar (makanan sehat).

Sekarang kita mesti menerangkan makanan sampah dengan mengambil contoh konkrit. Satu contoh terkenal dari makanan sampah adalah makanan yang dinamakan donat. Sekitar lima belas tahun yang lalu, seorang dokter Amerika datang ke Bandung. Beliau menyampaikan kepada kami satu sesi ceramah sekitar satu jam. Oleh karena ceramahnya begitu menarik dan berharga, penulis membuat sebuah ringkasan ceramah itu dan masih menyimpannya hingga kini. Satu topik yang paling menarik dari ceramah itu adalah pernyataan bahwa donat sebagai makanan sampah. Menurut beliau, donat memiliki tiga aspek dari makanan yang tidak sehat. Donat terbuat dari tepung, yang dihaluskan dan bukan gandum utuh. Donat digoreng dengan minyak sayur. Donat diolesi gula halus.

Kini saya berharap kita sudah dapat memahami apa yang dinamakan makanan sampah. Segala jenis makanan sampah tidak baik bagi kesehatan. Tatkala sedang lapar, makanan sampah memang dapat memberikan rasa kenyang sesudah dimakan. Pada kenyataannya, makanan sampah tidak dapat menyediakan gizi yang cukup bagi tubuh kita. Dengan demikian, masihkah engkau akan mengkonsumsi makanan sampah lagi? Mohon, berhentilah mengkonsumsi makanan sampah mulai hari ini juga!

2 comments

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s