Pensiun Jadi Orang Tua

Begitu anak lahir, istri menjadi ibu dan suami menjadi ayah. Tatkala melahikan anak maka, jadilah mereka orang tua. Hal yang serupa dialami oleh suami dan istri yang memungut anak. Tatkala mengadopsi anak maka sepasang suami istri akan menjadi orang tua. Anda bisa pula menyebutnya sebagai ayah dan ibu.

Waktu bayi, kehadiran orang tua amat dibutuhkan oleh anak. Waktu untuk menemani bayi panjang sekali setiap harinya. Orang tua utama memberikan makanan dan menjaga keamanan si bayi.

Tatkala beranjak kanak-kanak, waktu bagi orang tua untuk memperhatikan si kanak-kanak sedikit berkurang. Orang tua banyak berperan untuk mengajar anak mendengar, bergerak dan berbicara. Makanan dan keamaan anak tetap perlu diperhatikan.

Ketika memasuki usia sekolah dasar, peran orang tua sedikit berkurang. Sebagian tugas orang tua mulai diserahkan kepada guru di sekolah. Namun, waktu-waktu di luar jam sekolah tetap menjadi tanggung jawab orang tua.

Sampai tahap SMP dan SMU, anak semakin mahir mengerjakan sendiri ini dan itu. Orang tua paling mengarahkan dan memantau. Banyak hal sudah bisa dikerjakan sendiri oleh si anak. Si anak makin mencurahkan waktu bersama teman sebayanya. Anak mulai mengurangi waktunya bersama orang tua.

Saudara-Saudariku sekalian, makin bertambah usia anak, peran orang tua makin sedikit. Makin kecil anak, peran orang tua makin besar dan banyak. Orang tua harus menyadari kenyataan hidup ini.

Terkadang yang terjadi adalah sebaliknya. Bagaimana maksudnya? Pada masa kecil, orang tua sibuk bekerja dan menyrahkan anak kepada pembantu dan baby sitter. Anak makin dewasa, orang tua pengen banyak waktu bersamanya. Inilah salah kaprah dari orang tua!

Makin besar seorang anak, ayah ibu harus semakin melepaskannya. Itulah hukum bertumbuh dewasa dari anak. Orang tua perlu rela hati. Jangan terus memperlakukan remaja pemuda Anda sebagai seorang anak kecil! Ia harus semakin besar dna semakin dewasa. Itulah pertumbuhan yang sehat dan benar!

Sampai suatu hari, ayah ibu harus melepaskan anak. Orang tua harus pensius dari perannya sebagai orang tua. Umumnya, hari-H itu terjadi tatkala anak berusia 17 tahun atau 18 tahun. Orang tua harus sadar peran orang tuanya mulai pensiun. Anak harus sadar bahwa dia sudah harus mandiri.

Apakah sekarang Anda sudah pensiun sebagai orang tua? Relakah Anda melepaskan anak-anak Anda untuk mandiri? Jangan sampai Anda tri semakin erus menghalangi anak Anda untuk dewasa! Jangan pernah terus memperlakukan remaja pemuda Anda sebagai anak kecil!

*** Silahkan subscribe dengan memasukkan email Anda ke kolom di bawah halaman ini (FOLLOW Blog). Please Subscribe to follow this blog site.

*** Setelah Subscribe berhasil, Anda akan dapat menerima artikel baru setiap hari Senin, Rabu dan Jumat.

4 comments

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s