Kebiasaan Mengumpulkan Barang


Sepasang suami istri di Jawa Timur terbiasa mengumpulkan barang bekas. Mereka berpikir demi hemat. Barang-barang yang dikumpulkan mulai dari botol bekas, kresek, kotak, kertas koran, sampai dengan jemuran handuk, sterofor buah-buahan, dan masih ada sederetan panjang daftar nama barang bekas lain baik kecil maupun besar.

Akibatnya, rumah mereka menjadi sangat penuh. Anak-anak sudah besar dan pada menikah, tinggal mereka berdua di rumah. Ukuran rumah/tanah 12 m x 20 m termasuk rumah ukuran besar untuk kehidupan kota zaman sekarang..Ada 4 kamar + 1 kamar pembantu, ada halaman depan dan belakang. Semuanya penuh dengan tumpukan barang. Sampai ruang tamu dan dapur pun hanya tumpukan barang bekas. Parkiran mobil di halaman depan yang ukuran 3 x 5 m pun penuh sesak tumpukan barang. Ampuh deh!

Itu masih ditambah sanak famili memberikan barang bekas. Kondisi rumah menjadi tidak nyaman bahkan parah sekali ketidaknyamannya. Tamu-tamu datang pada tidak betah. Rumah menjadi sumpek sekali.

Sebagian anak dan famili sudah mengingatkan. Ayo beberes rumah! Ayo jual barang bekas! Ayo buang barang rusak! Ayo perbaiki yang masih bisa! Ayo berikan pada orang yang masih layak pakai! Tetap saja tidak ada perubahan. Nasehat masuk kuping kiri dan keluar kuping kanan.

Tatkala masuk ke rumah mereka, sering tersandung barang ini barang itu. Kalau ada sedikit kerusakan di rumah, teknisi mau perbaiki pun kesulitan. Iya itu dia, tumpukan barang sana sini terlalu banyak.

Di satu pihak, mereka mempunyai kebiasaan menyimpan barang bekas. Ini patut dihargai. Akan tetapi, barang bekas terus ditumpuk di rumah maka rumah akan menjadi penuh dan sesak. Parahnya, mereka hanya bersedia kalau bisa dijual mahal. Akibatnya, rumah sudah selayaknya gudang. Gudang bukan gudang barang. Gudang adalah gudang barang bekas.

Mestinya mereka bisa belajar dari pemulung. Pemulung mengumpulkan barang bekas lalu dijual. Penulung mengumpulkan barang kadang masih ada yang bagus dan bisa diperbaiki. Mestinya mereka bisa belajar dari para pemulung.

Mereka perlu berhenti mengumpulkan barang bekas. Mereka perlu memilah-milah barang bekas miliknya. Mereka perlu beberes di rumah. Mereka bisa menjual, memperbaiki, memberikan, dan membuang barang-barang bekas tersebut.

Ayo Bapak Ibu Saudara-Saudari, jangan sampai rumahmu menjadi gudang! Bebereslah setiap hari! Bergegaslah pilah-pilah barang-barang yang ada di rumah! Rapikan barang-barang di rumah! Ciptakan rumah Anda senyaman mungkin! Anda sendiri betah dan tamu pun nyaman!

*** Silahkan subscribe dengan memasukkan email Anda ke kolom di bawah halaman ini (FOLLOW Blog). Please Subscribe to follow this blog site.

*** Setelah Subscribe berhasil, Anda akan dapat menerima artikel baru setiap hari Senin, Rabu dan Jumat.

3 comments

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s