Telur Tambah Air Dikukus


Sewaktu berada di Xi’an, China, istri saya pernah mencret tak henti-henti. Dia mencret sampai dua harian. Sehari bisa delapan sembilan kali. Terpaksa dirawat di rumah sakit. Beberapa hari di rumah sakit kampus. Beberapa hari tetap tidak ada kemajuan.

Seorang teman di sana mengajari kami untuk membuat telur kukus. Telur dipecahkan, masukkan ke mangkok. Tambahkan sedikit air dan garam. Aduk-aduk sampai merata. Lalu dikukus. Sebentar sudah selesai. Hasilnya seperti agar-agar atau jeli.

Lalu dimakan. Enak dan lunak! Makanan bergizi dan mudah dicerna walaupun lambung dan saluran perceranaan sedang terganggu. Kaya protein.

Lalu istri saya dikeluarkan dari rumah sakit, berobat jalan saja ke rumah sakit lain. Sambil terus makan telur kukus. Tiga hari sudah sembuh. Mencret berhenti dan badan kuat kembali. Selain telur, makanan lain sudah mulai bisa dikonsumsi.

Selain istri saya, papa saya pun pernah kami buatkan telur kukus. Waktu itu usianya sekitar 75 tahun. Suatu kali, beliau jatuh, lalu takut berjalan. Hanya berbaring saja. Makan, minum di tempat tidur. Buang air kecil dan besar pun dekat ranjang. Lama-kelamaan kaki mengecil, tak bertenaga. Bangun dari ranjang pun susah.

Saya dan istri pulang kampung, menemaninya sekitar seminggu. Kami merawat beliau, mendorong dan memberikan semangat. Rutin memberikan makanan walau hanya bisa makan sedikit-sedikit doang.

Makanan lunak yang diberikan padanya. Salah satunya kami mengukuskan buat dia telur tambah air dan garam. Dia mulai makan, sedikit-sedikit. Satu biji telur pun tidak bisa habis. Beberapa hari kemudian, badan mulai kuat kembali.

Tubuh mulai dapat menerima asupan gizi. Perlahan-lahan kesehatan pulih dan mulai kuat. Minum juga sedikit namun sering. Lalu belajar duduk di ranjang. Dari baring belajar duduk. Dari duduk, belajar berdiri dengan pegangan ranjang. Baru kemudian belajar merangkak. Akhirnya bisa berjalan kembali. Mantap, Puji Tuhan!

Makanan yang sederhana sekali. Telur tambah air, aduk-aduk merata, lalu dikukus. Makanan lunak seperti jeli. Bisa dikonsumsi oleh siapa pun yang sakit. Mereka yang sedang terganggu pencernaannya pun dapat mengkonsumsinya.

Saudara-Saudariku sekalian, jangan lupa dengan makanan sederhana ini. Dalam kondisi sehat pun Anda bisa mengkonsumsinya. Dalam kondisi sakit pun tetap dapat mengkonsumsinya. Pencernaan sangat terganggu pun masih bisa mengkonsumsinya. Ingat-ingat ya!

One comment

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s