Usia 17 Mandiri

Dari bayi, kanak-kanak, remaja dan pemuda, orang tua bertanggung jawab terhadap anak-anaknya. Ini adalah kodrat yang dititipkan oleh Sang Pencipta kepada ayah dan ibu. Mereka mempersiapkan keturunan. Atau dengan wawasan dunia yang luas, mereka sedang mempersiapkan generasi mendatang.

Tugas itu mulia! Peran itu amat bernilai! Orang tua hendaklah menyadari sepenuhnya.

Perlahan-lahan, anak-anak akan semakin besar. Peranan orang tua semakin hari semakin berkurang. Anak-anak bertumbuh makin dewasa. Sampai suatu waktu, anak-anak kita akan mandiri.

Pada umumnya, banyak negara menetapkan 17 tahun atau 18 tahun. Bagi Indonesia, usia 17 tahun dihitung mandiri. Anak-anak kita akan memiliki selembar KTP. Itu adalah salah satu dari bukti kedewasaannya.

Usia 17 tahun itulah anak-anak harus mandiri. Orang tua harus memberi kesempatan pada anak-anaknya untuk mandiri. Biaya hidup harus mulai ditanggung sendiri oleh si anak. Uang sekolah dan uang kuliah pun bukan lagi beban orang tua.

Pada kenyataannya, masih banyak anak di usia 17 tahun tetap bergantung pada ayah ibunya. Orang tuanya tetap menafkahi si anak. Hal ini dapat disebut sebagai kebajikan dan kemurahan hati dari orang tua. Seharusnya orang tua tidak lagi menafkahi anaknya sejak usia 17 tahun.

Orang tua harus memberi kesempatan bagi anak-anaknya untuk mandiri. Anak-anak mesti belajar bertanggung jawab. Anak usia 17 tahun anak perlu mulai bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.

Dalam bidang hukum, hal ini sangat jelas. Segala perbuatan anak mulai usia 17 tahun akan menjadi tanggung jawab anak itu sendiri di hadapan hukum. Kalau terjadi tindak kriminal, si anak 17 tahun akan menerima sanksi bagi dirinya sendiri, bukan lagi tanggung jawab orang tua.

Terkadang ayah ibu tidak tega. Acapkali orang tua tetap memperlakukan anaknya sebagai anak kecil. Seumpama seorang burung, dia dilepaskan terbang tapi kakinya masih saja diikat dengan tali. Burung seperti ini mana bisa terbang dan tak bakal mandiri. Begitulah pula dengan seorang anak. Orang tua harus rela dan tega melepaskan anaknya. Lepaskanlah setiap ikatan-ikatan yang menghalangi anak untuk terbang sendiri!

Ada orang tua yang amat bijaksana. Usia 17 tahun, anak-anaknya mulai kost. Mereka mulai bekerja. Mereka membiayai hidupnya sendiri. Ada pula ayah ibu berhikmat lain. Anak umur 17 tetap bersama mereka. Makan, minum dan tinggal masih dengan orang tua. Tetapi anak-anaknya mulai bekerja. Setiap bulan, anak-anak dilatih untuk membayar biaya tempat tinggal dan biaya makan kepada orang tua. Ada pula orang tua yang tak kalah hebat. Anak 17 tahunnya masih dibiaya semua. Namun, mulai usia 17, semua biaya itu dicatat ke dalam satu buku kas sebagai hutang anak kepada orang tua. Begitu mulai bekerja, anak itu harus menggembalikan hutangnya. Bisa dengan kredit, bisa pula seluruh gajinya selama beberapa bulan diserahkan kepada ayah ibunya. Wow, luar biasa!

Contoh-contoh di atas amat bernilai. Ayah ibu mulai memperlakukan anaknya sebagai orang dewasa. Anak-anak belajar bertanggung jawab. Anak-anak sudah mandiri dan berdikari. Hebat, hebat, hebat!  Hai Saudara-Saudari yang berusia 17 tahun, ayo mulai belajar mandiri!

*** Silahkan subscribe dengan memasukkan email Anda ke kolom di bawah halaman ini (FOLLOW Blog). Please Subscribe to follow this blog site.

*** Setelah Subscribe berhasil, Anda akan dapat menerima artikel baru setiap hari Senin, Rabu dan Jumat.

4 comments

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s