Belajar Mandarin 2/5

oleh Hali

Mahasiswa asing yang belajar Mandarin ke Tiongkok akan menjalani ujian terlebih dahulu. Ujian itu dinamakan placement test. Entahkah kemampuan bahasanya nol sama sekali sampai yang sedang-sedang bahkan cukup mahir tetap akan menjalani placement test.

Ujian berupa tertulis dan lisan. Waktunya berlangsung setengah sampai satu jam saja. Hasil placement test tidak kita ketahui.

Hasil placement test hanya menjadi milik kampus. Placement test dipakai untuk mengetahui level bahasa Mandarin siswa mancanegera. Begitu selesai placement test, Anda akan langsung diberitahu level kelas.

Pada umumnya, kelas Mandarin bagi mahasiswa asing terbagi menjadi enam level atau enam kelas. Masing-masing level dapat ditempuh dalam lima bulan (satu semester). Jikalau belajar dari nol dan hendak mencapai level mahir, Anda dapat menempuh pembelajaran bahasa Mandarin selama tiga tahun (enam semester).

Hal itu bukanlah harga mati. Bila Anda hanya mau belajar dua semester saja, silahkan! Misalnya, belajar dari nol dan berencana setahun saja di China, berarti Anda akan memasuki level 1 dan level 2. Bila level Mandarin Anda sedang-sedang, misalnya hasil placement test berada di level 3, dan Anda hendak belajar setengah tahun saja, silahkan saja! Bila placement test menetapkan Anda berada di level 5, Anda hanya punya waktu satu tahun, berarti Anda bisa belajar di level 5 dan level 6.

Masih tentang placement test, kita perlu cermat. Anda masih bisa tawar-menawar dengan penguji atau pihak kampus. Sedikit saran dari penulis, sebaiknya Anda berada pada kelas atau level yang tidak terlalu sulit dan tidak terlalu mudah bagi Anda. Tentang hal ini, Anda harus jujur pada diri sendiri. Selain hasil dari placement test, Anda masih bisa meminta saran dari teman-teman.

Bapak Ibu Saudara-Saudariku sekalian, begitulah gambaran belajar Mandarin. Apabila hendak belajar Mandarin ke Tiongkok, Anda perlu mengetahui kondisi tersebut. Ini akan menolong Anda membuat rencana. Jika anak dan keluarga Saudara hendak belajar bahasa Mandarin, biarlah Anda menyampaikan gambaran pembagian level atau kelas tersebut.

*** Silahkan subscribe dengan memasukkan email Anda ke kolom di bawah halaman ini (FOLLOW Blog). Please Subscribe to follow this blog site.

*** Setelah Subscribe berhasil, Anda akan dapat menerima artikel baru setiap hari Senin, Selasa, Kamis dan Jumat.

Bahasa Mandarin 1/5

oleh Hali

PGTI pernah menyelenggarakan pelajaran bahasa Mandarin di Jakarta. Peserta terdiri dari aktifis dan hamba Tuhan di Jakarta dan sekitar. Pembelajaran berlangsung seminggu dua kali. Rentang waktunya sekitar enam bulan sampai setahun untuk satu level. Seluruhnya terdiri dari tiga level.

Menurut seorang teman yang ikut belajar, awalnya peserta banyak. Lambat laun berkurang. Terus berkurang. Sampai akhir tersisa kurang dari lima orang. Teman ini menceritakan dengan nada sedih.

Konon kabarnya, peserta merasa sulit. Belajar mandarin itu sulit! Sementara mereka mengaku sibuk dengan pekerjaan dan pelayanan. Begitulah cerita dari sobat saya itu.

Bagaimana pendapat Anda? Bahasa Mandarin sulit? Bahasa Inggris, Perancis dan Jerman lebih mudah? Bahasa Arab dan Ibrani serta Yunani lebih mudah daripada Mandarin? Marilah kita mencermatinya bersama!

Pertanyaan-pertanyaan di atas mudah-mudah sulit untuk dijawab. Dikatakan sulit untuk menjawabnya juga tidak demikian. Kalau dikatakan mudah jawabannya, tak juga begitu.  Lantas bagaimana persoalan belajar bahasa Mandarin?

Bahasa Mandarin memiliki beberapa ciri khas. Dari segi pengucapan, bahasa Mandarin mempunyai nada. Ada empat macam nada, termasuk nada netral berarti lima. Mandarin tidak memakai huruf atau abjad. Bahasa Mandarin memakai karakter. Hal ini lazim dinamakan sebagai piktograf. Dua ciri khas ini membedakan Mandarin dari bahasa lain.

Akan tetapi, ini tidak harus diartikan sebagai belajar bahasa Mandarin sulit. Belajar bahasa lain lebih mudah. Apabila Anda berpendapat demikian, penulis hendak mengajukan beberapa pertanyaan berikut. Apakah belajar bahasa Ibrani, Arab dan Yunani lebih mudah daripada belajar Mandarin? Belajar Jerman dan Perancis lebih mudah daripada belajar bahasa Mandarin? Silahkan Anda menjawab kedua pertanyaan ini?

Masing-masing bahasa memiliki kesulitan dan kemudahannya sendiri. Bahasa-bahasa memiliki kekuatan dan kelemahannya sendiri. Bahasa mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Setiap bahasa memiliki ciri khas sendiri.

Menurut hemat penulis, hal paling mendasar terletak pada bahasa ibu. Sedari kecil hingga besar, setiap orang memiliki satu bahasa ibu. Setelah sekolah, ada satu bahasa resmi yang dia pelajari. Bahasa resmi tersebut hendaklah dikuasai secara benar dan baik. Bermodal satu bahasa itu, dia bisa belajar bahasa asing. Mungkin dia memilih Mandarin. Silahkan.

Apabila bahasa ibu atau bahasa resmi telah dikuasainya dengan baik dan benar, inilah modal utama. Dia akan sanggup belajar Mandarin dengan baik. Tambahan pula, jika dia menguasai salah satu dialek di Mainland, ini akan sangat menolong. Sebagian besar tatabahasa dalam dialek sama dengan tatabahasa Mandarin. Hanya bunyi dan beberapa kata yang berbeda. Bapak Ibu Saudara-Saudariku sekalian, beruntunglah bila Anda menguasai salah satu dialek di China.

*** Silahkan subscribe dengan memasukkan email Anda ke kolom di bawah halaman ini (FOLLOW Blog). Please Subscribe to follow this blog site.

*** Setelah Subscribe berhasil, Anda akan dapat menerima artikel baru setiap hari Senin, Selasa, Kamis dan Jumat.

%d blogger menyukai ini: