Takut Jadi Bintang Film


Oleh Hali

Anak-anak sering ditanya oleh orang dewasa. Nanti kalau sudah dewasa hendak menjadi apa. Maksudnya, apa cita-citamu setelah dewasa kelak?

Aneka jawaban bisa kita dengarkan dari anak-anak. Mungkin mereka menjawab: menjadi dokter, menjadi insinyur, menjadi arsitek, menjadi pilot. Atau kita mendapatkan jawaban: menjadi business man, menjadi guru, menjadi psikolog.

Di antara semua jawaban yang mungkin, ada satu jawaban yang kurang disenangi. Sebagian besar orang tua tak suka apabila anaknya menjawab yang satu itu. Apakah jawaban yang ditakutkan tersebut?

Menjadi aktor, menjadi aktris, atau menjadi bintang film! Inilah jawaban yang paling ditakuti oleh para orang tua.

Hanya sedikit orang tua yang bisa menerima jawaban ini. Sebagian besar orang tua tak suka terhadap jawaban tersebut. Baik di dunia Timur maupun dunia Barat, banyak orang tua tak suka mendengarkan cita-cita anak kandungnya untuk menjadi bintang film, aktris atau aktor.

Itulah kenyataan hidup. Kenyataan ini tak dapat kita pungkiri. Kita mesti menghadapinya.

Tak dapat disangkal, ada banyak daya tarik untuk bercita-cita menjadi aktor, aktris dan bintang film. Pendapatan tinggi yang menjanjikan! Ketenaran atau nama besar! Selain bisa mentas, masih bisa berakting di iklan-iklan. Masa depan tampak cerah sekali walaupun ada pula di antara mereka yang gagal mengapai sukses sebagai bintang film, aktor dan aktris.

Mengapa orang tua tidak suka? Kenapa orang dewasa kurang senang? Sampai-sampai tak sedikit orang tua berupaya keras untuk menghalangi anak-anaknya menekuni cita-cita yang satu itu.

Tak sedikit kejadian mereka yang berkiprah sebagai aktor, aktris, bintang film jatuh ke dalam pergaulan bebas, narkoba, rumah tangga hancur. Bahaya-bahaya ini mengancam mereka.

Apakah anak-anak yang mempunyai cita-cita di luar yang satu itu akan terbebas? Tidak juga sih! Profesi apa pun bisa berakibat orang-orang jatuh ke dalam narkoba, kehancuran rumah tangga dan pergaulan bebas.

Lantas kalau demikian, mengapa orang tua menghalangi anak-anaknya? Inilah pertanyaan serius yang perlu kita jawab.

Dibandingkan profesi lain, bintang film, aktris dan aktor memang lebih rentan. Pekerjaan mereka memang mengandung bahaya-bahaya yang mengancam. Kemungkinan jatuh memang lebih besar pada profesi yang satu ini.

Bagaimana pandangan Bapak Ibu Saudara-Saudari sekalian? Apa sikap dan reaksi Anda bilamana anakmu bercita-cita menjadi aktor, aktris atau bintang film? Anda harus memberikan jawaban jikalau ada di antara anak-anakmu yang berminat kepada profesi tersebut.

Bahaya-bahaya yang mengancam janganlah diabaikan. Anak-anak perlu diingatkan. Termasuk anak-anak yang mengejar cita-cita apa pun perlu diingatkan. Ada bahaya-bahaya yang mengancam di masa depan mereka.