Sukses Mandalika

Oleh Hali

Hari Minggu lalu adalah hari terakhir even besar. Superbike berlangsung dengan sukses di Sirkuit Mandalika. Tanggal 21 November 2021 menjadi puncak pertandingan. Sukses Mandalika!

Meskipun beberapa hari diguyur hujan hebat, Superbike tetap berlanjut hingga selesai. Serial pertandingan sempat ditunda satu di antaranya. Hari berikut dilanjutkan hingga seluruh tuntas. Peserta dan penonton berdatangan baik dari dalam maupun luar negeri. Sukses Mandalika!

Tak berhenti di situ, akan digelar lagi even yang lebih bergengsi. Bulan Maret 2022 akan berlangsung Moto GP. Moto GP akan lebih berkelas lagi. Kedua even ini hanya berjarak lima bulan. Sukses Mandalika!

Mandalika merupakan nama daerah dan nama sirkuit. Baru selesai dibangun, langsung dioperasikan. Bahan-bahan berkualitas, kelas dunia. Keseriusan mengarap Sirkuit Mandalika sangat kentara.

Letaknya di Pulau Lombok. Tepatnya di Lombok Selatan. Lombok merupakan salah satu pulau tujuan wisata yang sedang dikembangkan Indonesia.

Ke depannya, Indonesia tak hanya mempunyai Pulau Bali. Kini bertambah Pulau Lombok. Mata dunia akan tertuju ke sana. Target Indonesia, Bali, NTB dan NTT akan berkembang pesat. Ketiga akan menjadi objek wisata berkelas dunia.

Even pertama dari sebuah sirkut baru telah unjuk gigi. Di Pulau Lombok sendiri, hotel-hotel terisi 100%. Cenderamata terjual ludes. Tahukah Anda, jaket balap buatan pemuda Bandung,yang dikenakan Sang Beliau, terjual ludes dengan harga 1 juta lebih setiap jaketnya, hanya dalam tempo satu jam. Luar biasa bukan? Hotel-hotel yang berdekatan dengan Lombok terisi sampai 90%. Tak ayal lagi, Sirkuit Mandalika meraih sukses luar biasa.

Bagaimana dengan pulau dan propinsi lain? Sukses Mandalika akan menjadi cermin bagi propinsi dan pulau lain. Tak sedikit tempat lain di Nusantara yang bisa digarap untuk diperkenalkan ke mancanegara.

Setelah sukses, bagaimana Mandalika memanajemen selanjutnya? Manajemen dalam hal memelihara dan mengembangkan. Ini menjadi PR besar. PR besar bagi pulau dan propinsi lain. Pastilah PR besar bagi Mandalika sendiri.

Bagaimana dengan Sulawesi Utara? Bagaimana dengan Papua dan Papua Barat? Bagaimana dengan Aceh? Kalian-kalian pun bisa sukses dan berkembang. Begitu pula propinsi dan pulau lain yang belum disebutkan di sini. Kita menantikan mandalika-mandalika lainnya!

Akhir kata, Sukses Mandalika! Sukses Mandalika! Sukses Indonesia!

Takut Jadi Bintang Film

Oleh Hali

Anak-anak sering ditanya oleh orang dewasa. Nanti kalau sudah dewasa hendak menjadi apa. Maksudnya, apa cita-citamu setelah dewasa kelak?

Aneka jawaban bisa kita dengarkan dari anak-anak. Mungkin mereka menjawab: menjadi dokter, menjadi insinyur, menjadi arsitek, menjadi pilot. Atau kita mendapatkan jawaban: menjadi business man, menjadi guru, menjadi psikolog.

Di antara semua jawaban yang mungkin, ada satu jawaban yang kurang disenangi. Sebagian besar orang tua tak suka apabila anaknya menjawab yang satu itu. Apakah jawaban yang ditakutkan tersebut?

Menjadi aktor, menjadi aktris, atau menjadi bintang film! Inilah jawaban yang paling ditakuti oleh para orang tua.

Hanya sedikit orang tua yang bisa menerima jawaban ini. Sebagian besar orang tua tak suka terhadap jawaban tersebut. Baik di dunia Timur maupun dunia Barat, banyak orang tua tak suka mendengarkan cita-cita anak kandungnya untuk menjadi bintang film, aktris atau aktor.

Itulah kenyataan hidup. Kenyataan ini tak dapat kita pungkiri. Kita mesti menghadapinya.

Tak dapat disangkal, ada banyak daya tarik untuk bercita-cita menjadi aktor, aktris dan bintang film. Pendapatan tinggi yang menjanjikan! Ketenaran atau nama besar! Selain bisa mentas, masih bisa berakting di iklan-iklan. Masa depan tampak cerah sekali walaupun ada pula di antara mereka yang gagal mengapai sukses sebagai bintang film, aktor dan aktris.

Mengapa orang tua tidak suka? Kenapa orang dewasa kurang senang? Sampai-sampai tak sedikit orang tua berupaya keras untuk menghalangi anak-anaknya menekuni cita-cita yang satu itu.

Tak sedikit kejadian mereka yang berkiprah sebagai aktor, aktris, bintang film jatuh ke dalam pergaulan bebas, narkoba, rumah tangga hancur. Bahaya-bahaya ini mengancam mereka.

Apakah anak-anak yang mempunyai cita-cita di luar yang satu itu akan terbebas? Tidak juga sih! Profesi apa pun bisa berakibat orang-orang jatuh ke dalam narkoba, kehancuran rumah tangga dan pergaulan bebas.

Lantas kalau demikian, mengapa orang tua menghalangi anak-anaknya? Inilah pertanyaan serius yang perlu kita jawab.

Dibandingkan profesi lain, bintang film, aktris dan aktor memang lebih rentan. Pekerjaan mereka memang mengandung bahaya-bahaya yang mengancam. Kemungkinan jatuh memang lebih besar pada profesi yang satu ini.

Bagaimana pandangan Bapak Ibu Saudara-Saudari sekalian? Apa sikap dan reaksi Anda bilamana anakmu bercita-cita menjadi aktor, aktris atau bintang film? Anda harus memberikan jawaban jikalau ada di antara anak-anakmu yang berminat kepada profesi tersebut.

Bahaya-bahaya yang mengancam janganlah diabaikan. Anak-anak perlu diingatkan. Termasuk anak-anak yang mengejar cita-cita apa pun perlu diingatkan. Ada bahaya-bahaya yang mengancam di masa depan mereka.

Pengawet, Perasa, Pewarna

Oleh Hali

Pengawet, Perasa, Pewarna

Zaman kita semakin modern. Teknologi makanan pun makin maju. Maksudnya, cara pengelolaan makanan semakin berkembang hebat.

Pabrik produk makanan amat bahagia dengan kemajuan Food Tech. Jurusan Teknologi Makanan dan teknologi Pangan cukup diminati calon mahasiswa. Belum lagi, jurusan ini menjanjikan kesempatan kerja yang luas di pabrik-pabrik produk makanan.

Makanan modern kita sekarang dipenuhi dengan aneka pengawet, ragam perasa dan macam-macam pewarna. Sebagian masih alamiah. Akan tetapi sebagian besar berupa sintetik. Kondisi sedemikian sungguh mengkhawatirkan para pakar kesehatan.

Tiga unsur di atas sebagian besar muncul di bagian komposisi makanan. Cobalah Anda mengamati pembungkus produk makanan yang Anda beli! Marilah kita menyoroti sekilas ketiga unsur tersebut!

Unsur pengawet menempati tempat utama. Makanan bisa tahan lama pasti memerlukan pengawet. Celakanya, kebanyakan produk makanan bukan menggunakan pengawet alamiah, melainkan pengawet.sintetis, pengawet kimiawi.

Unsur perasa memainkan peranan penting. Rasa makanan amat menentukan selera konsumen. Celakanya, kebanyakan produk makanan bukan menggunakan perasa alamiah, melainkan perasa.sintetis, perasa kimiawi.

Unsur pewarna menjadi daya tarik. Mata konsumen tertuju pada warna makanan. Celakanya, kebanyakan produk makanan bukan menggunakan pewarna alamiah, melainkan pewarna.sintetis, atau yang dinamakan pewarna kimiawi.

Ketiga unsur di atas amat mengkhawatirkan. Pengawet, perasa dan pewarna didominasi oleh bahan sintetik atau kimiawi. Kondisi ini sangat berbahaya bagi kesehatan.

Setiap kita patut prihatin dengan produk makanan masa kini. Sebenarnya, banyak pengawet alami, banyak perasa alami dan banyak pewarna alami. Pengawet, perasa dan pewarna alami sehat bagi tubuh kita.

Sebagian konsumen mulai sadar terhadap pengawet, perasa dan pewarna yang terdapat dalam produk makanan yang mereka beli. Sebagian pabrik mulai kembali menggunakan pengawet, perasa dan pewarna alami.

Sebagai konsumen, Anda harus memperhatikan produk makanan yang Anda beli. Sebagai produsen, pabrik dan IRT mesti menggunakan bahan-bahan alami yang menjamin kesehatan konsumen.

Sebagai pemerintah dan pengawas, produk-produk harus dipantau terus-menerus. Setiap kita mempunyai tanggung jawab terhadap produk makanan modern masa kini.

Gereja TSPM

Oleh Hali

Apakah TSPM itu? Apa pula gereja TSPM? Di mana gereja seperti itu?

TSPM merupakan akronim dari Three Self Patriotic Movement (三自爱国运动). Gereja TSPM merupakan gereja-gereja yang tergabung di dalam TSPM. Gereja seperti ini ada di Tiongkok.

Gereja TSPM berada di seantero Tiongkok. Di setiap propinsi dan kota selalu eksis. Satu kota bisa ada sekitar 10 gereja. Pada kota yang makin besar, gerejanya akan semakin banyak.

Lantas apakah yang dimaksud dengan Three Self itu? Three Self terdiri dari Self-Support, Self-Government, Self-Propagation. Bagaimana kita memahami Tiga Diri di sini?

Pendanaan berasal dari jemaat setempat. Umumnya tanah dari gedung gereja merupakan semacam hibah dari pemerintah. Pembangunan gedung berasal dari swadaya jemaat lokal setempat, atau pun dapat pula berasal dari dukungan sekitar di kota yang bersangkutan. Inilah makna dari Self Support.

Gereja ini memerintah diri sendiri. Mereka hendak terbebas dari campur tangan pihak asing. Dahulu, campur tangan dari pihak luar negeri kentara sekali. Hal ini yang hendak diputuskan sama sekali. Inilah makna dari Self Government.

Gereja ini melakukan penginjilan dengan modelnya sendiri. Mereka hendak terbebas dari para misionaris. Inilah makna dari Self Propagation.

Jelaslah bahwa three self hendak terbebas dari campur tangan pihak asing. Kondisi ini menjadikan gereja-gereja di Tiongkok memiliki kemandirian.

Kemandirian di sini tetap berada di dalam pantauan pemerintah. Hal ini berguna menjaga stabilitas politik dan keamanaan.

Masyarakat internasional memahami gereja TSPM sebagai gereja resmi. Ada pula yang menamakannya sebagai gereja pemerintah atau gereja negara.

Gereja TSPM merupakan organisasi yang menghimpunkan gereja-gereja di Tiongkok. Gereja-gereja di sini khususnya Protestan. Sementara gereja-gereja juga mempunyai organisasi yang serupa.

Bapak Ibu Saudara-Saudari sekalian, jikalau sedang pergi ke Tiongkok, Anda dapat beribadah di sana. Gereja TSPM selalu memiliki gedung gereja. Tentu gedung mereka dilengkapi dengan pernah-pernik salib, papan nama dan rincian jam ibadah.

Satu hal penting tak boleh diabaikan. Umumnya orang-orang yang beribadah penuh sesak. Jam ibadah beberapa kali setiap hari Minggunya. Anda perlu datang lebih awal. Kalau terlambat, mungkin Anda tak bakal mendapatkan kursi kosong. Anda masih bisa ibadah sambil berdiri. Atau, Anda menanti sampai jam ibadah yang berikutnya.

Jikalau sedang minggu Perjamuan Kudus, Anda perlu datang lebih awal. Jemaat yang beribadah dijamin akan membludak. Ruang-ruang lain di dalam gedung gereja pun akan penuh sesak. Sampai-sampai tak jarang jemaat membawa kursi kecil sendiri untuk duduk beribadah di luar gedung gereja.

Anda perlu ikut ibadah mereka. Anda akan mengerti sendiri. Anda akan memahami ramai jemaat laksana pasar.

Pertemuan Dua Raksasa

Oleh Hali

Tiga hari yang lalu, 16 November 2021, mata dunia tertuju kepada satu peristiwa. Pertemuan antara dua pemimpin negara besar. Pertemuan antara USA dengan Tiongkok. Dua raksasa ekonomi teratas dunia masa kini. Presiden Xi Jinping bertemu dengan Presiden Joe Biden.

Pertemuan dilakukan secara tatap muka. Akan tetapi, tatap muka yang dimaksud hanya secara virtual.

Pertemuan virtual direncanakan akan berlangsung satu jam. Realitanya perbincangan berlangsung sampai empat jam lamanya. Ini menjadi pertanda yang menggembirakan?

Acara virtual berlangsung sampai empat jam bukanlah hal yang mudah. Yang pasti, melelahkan mata. Pertemuan dengan virtual 4 jam bukanlah hal yang mudah.

Berbagai agenda dibahas oleh kedua presiden. Mulai dari iklim global, nuklir, dilema Taiwan, Laut China Selatan, masalah Xinjiang dan ekonomi. Hasil perbicaraan tak banyak yang disiarkan.

Xi dan Biden menyadari kedua negara sedang berkompetisi. Mereka tetap hendak berkompetisi dengan sehat.

Satu hal yang sedikit terungkap berkenaan dengan Taiwan. Sehari sesudah pertemuan itu Biden menyinggung hal ini. Dia tampak sedang  “mengklarifikasi” berita yang beredar.

Dilema Taiwan memang menghangat enam bulan terakhir ini. Lebih tepat disebut sedang memanas. Itu sebabnya perlu dipertegas oleh Biden.

Beliau menyatakan posisi USA tidak berubah. Satu China masih dipegang oleh Amerika. USA tidak mendukung Taiwan sebagai negara yang independen. Dilema Taiwan dikembalikan kepada Taiwan sendiri. Hanya, Amerika tampak masih terus berada di belakang Taiwan.

Bagaimana kita menginterpretasikan hal ini? Terlihat sekali sikap ambigu pada diri Biden. Beliau menempatkan diri dalam posisi abu-abu. Satu hal sederhana dan amat jelas, Biden sedang bermain dua kaki. Dua kaki berada pada dua kapal yang berbeda.

Kelihatannya Amerika tidak campur tangan dalam dilema Taiwan. Di pihak lain, USA masih memberi kesempatan bagi Taiwan untuk menentukan nasibnya sendiri. Di mana di belakang, Amerika langsung dan tak langsung masih mendukung Taiwan.

Di luar kenyataan itu, pertemuan ini akan menenangkan ketegangan akhir-akhir ini. Paling tidak ada penegasan kebijakan dan posisi dari Presiden Biden. Kita nantikan langkah-langkah konkret selanjutnya.

Secara umum, pertemuan Biden dan Xi amat konstruktif. Paling tidak meredakan pergolakan politik internasional yang sedang memanas belakangan ini. Kita menantikan realitanya.

Dunia masih harus menangani Pandemi Corona. Dunia masih terimbas dengan perang dagang. Krisis iklim global tetap mengancam dunia. Kita berharap banyak pada kebijakan-kebijaksan konkret dari kedua negara ini ke depannya. Marilah kita menunggu!

Sekolah Tiga Bahasa

Oleh Hali

Tiga puluh tahun terakhir ini, pendidikan kita mengalami banyak perubahan. Salah satunya, soal pembelajaran bahasa. Beberapa bahasa dipelajari menurut kurikulum yang disusun.

Menurut bahasa yang dipelajari, sekolah di tanah dapat kita kategorikan atas sedikitnya tiga jenis. Marilah kita menganalisis ketiga jenis sekolah itu satu per satu.

Pertama, dapat dinamakan sekolah umum. Bisa juga disebut sekolah kebanyakan. Sebutan yang formal adalah sekolah nasional. Sekolah jenis pertama ini menggunakan Indonesia sebagai bahasa pengantar dalam proses belajar mengajar.

Kedua, dinamakan sekolah nasional Plus. Di sini ada plusnya loh. Masih memakai Indonesia sebagai bahasa pengantar. Plusnya di mana? Pelajaran bahasa Inggrisnya banyak. Selain belajar bahasa Indonesia, dituntut belajar bahasa Inggris rada ekstra.

Ketiga, disebut sebagai sekolah internasional. Proses belajar mengajar memakai bahasa Inggris. Bahasa Indonesia tetap dipelajari. Lalu, ditambah pula dengan bahasa Mandarin. Mandarin juga dipelajari dalam porsi yang tidak sedikit. Setiap hari satu jam pelajaran bahasa Mandarin, dari Senin sampai Jumat.

Kembali kita menyoroti segi bahasa. Sekolah nasional bisa dikatakan memakai satu bahasa. Sekolah nasional Plus memakai dua bahasa. Sementara sekolah internasional menuntut tiga bahasa.

Kita masih belum membicarakan bahasa daerah. Kita tahu bahwa terdapat pula pelajaran bahasa daerah pada sekolah-sekolah di Indonesia. Di Banten dan Jawa Barat, ada pelajaran bahasa Sunda. Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta ada pelajaran bahasa Jawa. Begitu pula dengan propinsi-propinsi lain di Nusantara.

Apabila kita menambahkan unsur pelajaran bahasa daerah ke dalam ketiga macam sekolah di atas, maka akan menjadi seperti berikut. Sekolah nasional mempelajari dua bahasa. Sekolah nasional Plus mempelajari tiga bahasa. Sekolah internasional mempelajari empat bahasa.

Kondisi ini menjadi amat mengerikan. Anak-anak didik kita dari Sekolah Dasar sudah dituntut pembelajaran bahasa yang banyak. Tidakkah tuntutan ini akan membuat anak-anak kita mabuk bahasa? Cobalah renungkan baik-baik kenyataan ini!

Bapak Ibu Saudara-Saudariku sekalian, bila Anda sebagai orang tua murid, perhatikanlah kondisi di atas ini dengan seksama! Tidakkah beban bahasa itu menekan putra-putri Anda? Jangan sampai anak Anda mabuk bahasa!

Lantas bagaimana solusinya? Kita akan menganalisis pada tulisan yang mendatang. Silahkan Anda bersabar menantikannya!

Melarat Tetap Sehat

Oleh Hali

Manusia makan tiga kali dalam sehari. Bagi mereka yang mempunyai gangguan pencernakan, dianjurkan makan lima bahkan sampai tujuh kali sehari. Hanya, porsi makan kecil atau sedikit. Singkatnya, Makan sering dengan porsi sedikit atau kecil.

Terdapat orang-orang yang tak mampu makan sehari tiga kali. Mereka makan sehari dua kali saja. Lebih parah lagi, ada orang yang hanya sanggup makan satu kali dalam sehari.

Orang-orang yang hanya sanggup makan sekali sekali dalam sehari inilah yang kita kategorikan sebagai melarat. Berhubung kesulitan ekonomi, mereka tak mampu menyediakan makanan bagi diri sendiri. Tahukah Anda, sehari bisa makan sekali itu sudah penuh ucapan syukur bagi mereka.

Jikalau suatu kali hidup Anda jatuh melarat, apa yang akan Anda lakukan? Anda hanya sanggup makan sehari satu kali, apa yang hendak Anda makan? Bagaimana Anda dapat tetap bertahan hidup di tengah kemelaratan? Kita akan menganalisis gaya makan dalam hidup melarat!

Anda harus tetap bertahan hidup. Walaupun masa itu hidupmu begitu sulit. Melarat sehingga hanya sanggup membeli makanan satu kali dalam sehari. Hidup prihatin karena sehari hanya bisa memasak sekali saja.

Mungkin bagi Anda seorang diri saja dan mungkin pula bagi seluruh anggota satu keluarga. Dalam situati kondisi sulit itu Anda perlu menyiasati hidup. Marilah kita melanjutkannya!

Orang-orang makan sehari tiga kali. Anda hanya sanggup sehari satu kali. Di sini Anda dipertahankan untuk memilih. Anda makan pagi saja? Makan siang saja? Atau makan malam saja?

Sebagian orang memilih makan malam, perut kenyang lalu bisa tidur nyenyak. Sebagian lagi memilih makan siang, pagi dan sore masih harus bekerja. Satu pilihan lagi, Anda memilih sarapan saja.

Plihan ketiga jauh lebih bijaksana. Tampaknya pilihan ketiga merupakan pilihan yang tepat. Dari sisi kesehatan, mestinya Anda memilih yang ketiga, cukup sarapan saja. Resikonya, siang dan malam tidak punya makanan. Apa boleh buat!

Sesungguhnya sarapan jauh lebih penting daripada makan siang dan makan malam. Sarapan penting bagi semua orang. Pagi makan, lalu manusia melanjutkan aktifitas. Mungkin dia sekolah. Mungkin dia bekerja. Atau melakukan kegiatan lain sesuai dengan usia dan tanggup jawab masing-masing.

Dengan mengkonsumsi sarapan, perut kita terisi makanan. Kita melakukan kegiatan kita dengan penuh tenaga sepanjang hari. Semoga Anda sanggup dan tetap energik sepanjang hari!

Lantas apa yang Anda makan? Bagaimana susunan menu Anda? Sekali lagi, Anda hanya sanggup menyediakan makanan satu kali dalam sehari. Dalam situasi dan kondisi melarat ini, apakah isi sarapan Anda?

Berbuhung hidup di Indonesia, Anda akan menyediakan nasi. Nasi sebagai makanan utama buat sarapan Anda. Apakah lauk pauknya? Masaklah sayur-mayur. Setiap hari berganti sayur-mayur. Jangan lupa menambahkan gula dan garam dalam menu sayur-mayur Anda. Inilah sarapan Anda setiap hari. Nasi ditambah sayur-mayur yang berganti terus setiap hari. Jangan lupa dengan gula dan garam!

Dengan analisis ini, Anda dijamin tetap dapat sehat. Hidup dalam kondisi melarat dan Anda masih dapat tetap sehat.

Bapak Ibu Saudara-Saudariku sekalian, kunci jawaban terletak pada dua hal. Pertama, Anda harus memilih antara makan pagi, makan siang atau makan malam. Pilihlah makan pagi! Kedua, Anda perlu menyusun menu sarapan Anda. Pilihlah nasi tambah sayur-mayur dengan sedikit gula dan garam dalam masakan sederhana itu.

Anda sedang hidup di tengah kondisi melarat? Anda dapat tetap sehat! Bagaimana dengan Anda yang hidup berkecukupan? Anda pun bisa mencoba pola makan ini.