Akar Kejahatan

Jikalau membaca perikop  yang satu ini, Anda bisa terkejut atau pun surprise. Coba buka 1 Timotius 6:1-10! kita menjumpai satu ayat hebat di situ.

Akar segala kejahatan adalah cinta uang. Lalu disambung lagi: Sebab oleh berburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa diri dengan berbagai-bagai duka.

Kita semua mendapatkan petunjuk yang jelas: mencintai uang merupakan akar dari segala kejahatan.

Dalam hidup sehari-hari, Anda bisa bertemu dengan orang seperti itu. Di pabrik ada orang seperti itu. Di kantor ada orang seperti itu. Di lingkungan tetangga pun ada orang seperti itu.

Mereka terus kerja, kerja dan kerja. Ini tentu berbeda dengan orang yang rajin bekerja. Ini juga berbeda dengan orang-orang yang sedang punya hutang dan sedang berusaha bekerja keras agar dapat segera melunasi hutang-hutangnya.

Ada pula orang yang didesak oleh kebutuhan tertentu, misalnya membiaya pengobatan anggota keluarga. Mereka perlu bekerja lebih, mencari uang lebih lagi. Mereka sedang menanggung beban untuk mendukung biaya berobat anggota keluarga. Ini tidaklah termasuk mencintai uang.

Mencintai uang akan menjadikan orang itu sebagai hamba uang. Artinya, uang menggendalikan orang itu. Sebaliknya, kita mesti menjadi tuan atas uang. Anda yang berkuasa atas uang. Jangan sampai uang yang berkuasa atas diri Anda!

Orang yang mencintai uang akan menyiksa diri dengan aneka duka: merusak kesehatan sendiri, tak punya waktu bersama keluarga dan teman. Orang yang mencintai uang juga bisa menyimpang dari iman: korupsi, kolusi, nepotisme. Segala cara dihalalkan untuk mendapatkan uang.

Kalaupun tidak KKN, jikalau tidak menyimpang dari iman, tetap saja orang bisa jatuh ke dalam perangkap mencintai uang.

Saudara-Saudariku sekalian, kita mulai mengerti sekarang dan sekarang waktunya bagi setiap kita perlu memeriksa diri kita sendiri. Apakah selama ini Anda telah mencintai uang? Apakah Anda sudah menjadi hamba uang?

Kita perlu mengubah konsep hidup. Kita harus menjadi tuan atas uang. kita bukan saja harus memeriksa cara kita bekerja untuk menghasilkan uang. Kita juga perlu untuk memeriksa bagaimana cara kita menggunakan uang. (TTH)

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: