Titip dan Yatim 2/4

Oleh Hali

Pada mulanya, panti asuhan menjadi tempat tinggal bagi anak-anak yatim atau yatim piatu. Lalu berkembang menjadi tempat penitipan anak dari keluarga yang tak mampu. Panti Asuhan terus berkembang.

Apabila Anda berkunjung ke panti asuhan, maka paling sedikit akan menemukan dua macam. Marilah kita mengamati lebih detail!

Jenis pertama, panti asuhan yang hanya menerima anak yatim atau yatim piatu. Mungkin anak-anak itu berasal dari orang tua yang telah meninggal. Lalu sanak famili tak bersedia menerima anak-anak tersebut. Lebih tragis lagi, ada anak-anak yang dibuang oleh orang tuanya. Bisa pula anak-anak yang lahir di luar ikatan pernikahan. Begitu banyak problema di tengah masyarakat.

Jenis kedua, panti asuhan yang hanya menerima anak-anak dari keluarga kurang mampu. Jenis kedua lebih tepat disebut sebagai rumah penitipan anak. Terkadang mereka perlu membayar. Lebih banyak yang tidak perlu membayar.

Untuk jenis pertama, inilah ide awal dari pendirian panti asuhan di bawah kolong langit ini. Mestinya inilah yang boleh disebut sebagai panti asuhan. Atau lebih konkret memakai nama rumah yatim, panti yatim piatu atau nama lain yang sejenis itu.

Untuk jenis kedua, ini menjadi perpanjangan penatalayanan dari rumah yatim atau rumah yatim piatu. Itu sebabnya sebagian orang lebih suka menyebutnya sebagai rumah penitipan anak.

Tentang jenis kedua, terdapat kelemahan yang harus disadari. Memang sebagian orang tua yang tidak mampu akan tertolong dengan rumah penitipan anak. Sebagian orang tua “melepaskan” tanggung jawab pada anak-anaknya, khususnya dilihat dari sisi ekonomi.

Persoalan tak berhenti hanya pada sisi ekonomi. Memang betul orang tua mendapatkan keringinan untuk membiaya hidup anak-anak. Di panti, anak-anak mereka mendapatkan makan, tempat tinggal dan bahkan sekolah secara gratis. Itu sebabnya, sebagian orang menyebut kondisi ini sebagai orang tua “melepaskan tanggung jawab” dari sisi ekonomi.

Perlu disadari, problema tak sekedar berhenti pada sisi ekonomi. Betul, anak-anak mereka mendapatkan pembiayaan di panti. Akan tetapi, anak-anak itu telah kehilangan interaksi langsung dengan orang tua mereka, padahal orang tua kandung mereka masih hidup di dunia ini. Hidup dalam sebuah keluarga atau rumah tangga sangatlah berharga bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Faktor ini menjadi fondasi utama yang paling harus dikedepankan. Jangan pernah melupkan faktor ini!

Sisi inilah yang hilang. Sisi ini tak kalah penting dibandingkan sisi ekonomi.

Oleh sebab itu, sangat dianjurkkan bagi orang tua, upayakanlah untuk tidak mengirimkan anak-anakmu ke panti selama Anda masih hidup. Mungkin orang tua di anak hidup dalam kemiskinan. Ini sisi ekonomi. Mereka masih berjuang namun tetap saja terkurung dalam kemiskinan.

Pada akhirnya, orang tua seperti itu diperhadapkan pada dua pilihan. Anak hidup bersama orang tua dalam kondisi miskin. Anak dititip ke panti dalam kondisi lebih cukup dan memadai. Manakah yang Anda pilih?

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s