Eropa Membara

Oleh Hali

Satu bulan terakhir, perhatian dunia banyak terpusat ke Eropa. Ada apa gerangan dengan benua yang satu ini? Anda mungkin sudah tahu. Sebagian orang masih belum geh.

Di Belanda, terjadi demo dan berujung rada rusuh. Austria sami mawon dengan Belanda. Protes anti-lockdown berlangsung kacau. Jerman berada dalam waspada nasional. Satu per satu negara kembali dihinggapi Covid-19. Virus Corona memang binal dan liar.

Penyuntikan vaksin cukup sukses di Eropa. Demokrasi yang kebablas berakibat sebagian orang memilih menolak divaksin. Beberapa negara menerapkan denda untuk mendorong program vaksinasi. Ada pula negara yang mempersiapkan booster vaksin.

Hiruk-pikuk dan gunjang-ganjing melanda benua yang maju dan terpelajar. Eropa sedang membara. Masalah pandemi belum mampu teratasi. Virus mikro tak berhasil dikendalikan.

Akankah ini dinilai sebagai kegagalan Liberalisme? Demokrasi akan bertekuk lutut terhadap Pandemi Corona? Entahlah! Waktu yang masih akan mengujinya.

Jangan-jangan ini menjadi ajang adu manjur vaksin! Pfizer, Moderna, Johnson kurang mujarab walau dengan efeksitikasi tinggi? Sinavoc dan Sinopharm akan menggungguli semua made in Barat? Marilah kita sabar mennggu sampai lima sepuluh tahun ke depan.

Bagaimana dengan Asia? Negara-negara besar benua Timur aman terkendali. Anda bisa pantau Tiongkok, India dan Indonesia. Di benua Asia, paling-paling hanya Singapore yang masih “batuk-batuk” dengan penularan Covid-19.

Ini tak berarti negara-negara Asia berleha-leha. Setiap negara masih tetap dalam kondisi siap siaga. Waspada penuh! Asia mempersiapkan antisipasi gelombang penularan berikut. Semoga langkah-langkah antisipatif akan mujarab untuk mencegah gelombang berikut.

Eropa sedang membara. Eropa sudah memasuki gelombang keempat. Semoga Asia sudah padam sama sekali. Jangan sampai Asia menyusul membara laksana benua Barat itu.

Partisipasi setiap warga negara dibutuhkan. Pemerintah membuat program dan mengawasi lapangan. Prokes lebih bernilai dan jauh lebih ampuh daripada vaksinasi. Meskipun begitu, vaksinasi masih harus terus berlanjut di Nusantara.

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s