Mengenal Seminari 4/5


oleh Hali

Untuk lulus dari STT, sekolah Alkitab atau seminari, mahasiswa/i mesti menyelesaikan tuntutan sejumlah mata kuliah tertentu. Umumnya berkisar 145-160 sks dalam jenjang strata 1. Pada prinsipnya, hal ini sama dengan jenjang sarjana pada program studi lainnya.

Selain itu, masih ada tuntutan lain. Mahasiswa/i strata 1 dari STT, sekolah Alkitab atau seminari harus menjalani tugas praktek lapangan. Prodi-prodi lain dalam jenjang sarjana pun terkadang  dituntut untuk melaksanakan praktek lapangan.

Akan tetapi, praktek lapangan yang dikerjakan oleh mahasiswa/i dari STT, sekolah Alkitab atau seminari memiliki keunikannya tersendiri. Apa praktek lapangan yang disyaratkan itu? Marilah kita mengamati bersama!

Paling sedikit terdapat tiga macam praktek lapangan. Pertama, praktek pelayanan weekend. Pada hari Sabtu dan/atau Minggu, mahasiswa/i dari STT, sekolah Alkitab atau seminari ditempatkan ke berbagai gereja. Mereka mengerjakan pelayanan di dalam gereja. Pihak pendeta atau pengurus gereja setempat menentukan tugas-tugas yang perlu dikerjakan.

Kedua, praktek palayanan dua bulan. Sebagian STT, sekolah Alkitab atau seminari menetapkan waktu pada bulan Juni-Juli. Mahasiswa/i memasuki liburan kuliah pada kedua bulan tersebut. Dalam masa liburan dua bulan inilah mahassiswa/i tingkat II dan tingkat III akan diutus ke lapangan untuk menjalani tugas praktek. sebagian besar ditugaskan ke gereja. Ada pula yang ke sekolah atau pun lembaga-lembaga tertentu. Mereka hanya bisa berlibur pada sebelum atau sesudah praktek dua bulan itu.

Ketiga, praktek lapangan satu tahun. Ini dilaksanakan pada akhir masa kuliah. Umumnya, sesudah semua tuntutan kuliah dan skripsi telah selesai. Mereka menjalani praktek satu tahun. Asesmen terhadap mahasiswa/I dilakukan baik oleh gereja/lembaga setempat maupun dosen. Sesudah itu, barulah mereka dapat diyudisium dan menjalani wisuda.

Bapak Ibu Saudari-Saudari sekalian, ketiga macam praktek tersebut memerlukan asesmen. Asesmen dinyatakan lulus barulah mahasiswa/i dinyatakan telah menyelesaikannya. Terkadang ada mahasiswa/i yang tidak lulus asesmen praktek. Mungkin mereka diberikan kesempatan mengulang praktek lapangannya. Apabila terjadi kesalahan fatal dalam masa praktek, tidak tertutup kemungkinan mereka dikenakan sanksi drop out.

Kiranya ini dapat membuka wawasan kita tentang mahasiswa/i dari STT, sekolah Alkitab atau seminari. Selain kuliah, mereka harus menjalani praktek lapangan. Praktek lapangan akan mendapatkan penilaian. Lulus dari praktek lapangan barulah mereka dinyatakan telah menyeleaikan seluruh tuntutan perkuliahan.

*** Silahkan subscribe dengan memasukkan email Anda ke kolom di bawah halaman ini (FOLLOW Blog). Please Subscribe to follow this blog site.

*** Setelah Subscribe berhasil, Anda akan dapat menerima artikel baru setiap hari Senin, Selasa, Kamis dan Jumat.

4 comments

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s