Bahasa Tiociu

oleh Hali

Di antara orang Tionghoa di Nusantara ada yang disebut sebagai orang-orang Tiociu. Mereka berkomunikasi dalam dialek Tiociu. Apakah dialek Tiociu itu? Apa pula orang-orang Tiociu? Marilah kita mencermatinya bersama!

Tentang sebutan itu sendiri, perlu diperjelas dahulu. Sebagian orang menulisnya sebagai Tiociu, Tiochiu, Tiochew. Dalam bahasa Mandarin Chaozhou 潮州话. Harap Anda tidak binggung dengan penulisan-penulisan yang berbeda tersebut.

Berkenaan dengan bahasa Tiociu, paling sedikit terdapat dua kota di Indonesia yang penting untuk disebut. Yang pertama Tanjung Pinang dan yang kedua Pontianak. Bagi Anda yang tinggal di Tanjung Pinang pasti sering mendengarkan dialek ini. Mereka yang tinggal di Pontianak pun akrab dengan bahasa Tiociu. Selain kedua kota itu, kita masih dapat mendengarkan bahasa Tiociu di Jambi, Riau daratan, Sumatera Selatan dan lain-lain.

Sekarang kita melacak ke Daratan China. Orang-orang yang berbahasa Tiociu tinggal di propinsi Guangdong bagian timur. Terdapat dua daerah yang sering disebut-sebut: chaozhou 潮州dan shantou 汕头. Kedua daerah ini acapkali disatukan dengan sebutan chaoshan.

Mari kita kembali kepada pokok perbincangan: bahasa Tiociu. Apakah Tiociu merupakan suatu bahasa atau dialek yang berdiri sendiri? Sebagian orang akan menjawabnya: “Ya!” Sebenarnya tidaklah demikian. Dalam pohon dialek di Mainland, dialek Tiociu termasuk dalam rumpun bahasa Hokkian. Tepatnya, dalam dialek Hokkian bagian selatan (Minnan hua 闽南话).

Di kota Jambi, terdapat tidak sedikit orang-orang Hokkian dan orang-orang Tiociu. Mereka yang berbicara bahasa Hokkian dapat mengerti pula bahasa Tiociu. Sebaliknya pun begitu, mereka yang berbicara dalam bahasa Tiociu dapat memahami bahasa Hokkian.

Jikalau Anda mengerti salah satu bahasa itu, cobalah membuat perbandingan! Terdapat perbedaan yang sedikit sekali antara bahasa Tiociu dengan bahasa Hokkian.

Sekarang kita meneliti sedikit sejarah. Menurut perkembangan bahasa dan dialek di Mainland, orang-orang Tiociu berasal dari propinsi Hokkian. Mereka berpindah makin ke selatan. Lalu mereka berhadapan dengan orang-orang yang berdialek Yue. Akhirnya, terbentuklah bahasa Tiociu.

Bapak Ibu Saudara-Saudari sekalian, semoga Anda tidak bingung lagi! Bahasa Tiociu merupakan salah satu perkembangan dari dialek Hokkian selatan. Tak heran bahwa keduanya memiliki tingkat kemiripan yang tinggi. Orang yang berbahasa Hokkian dapat mengerti bahasa Tiociu. Orang yang berbahasa Tiociu dapat memahami bahasa Hokkian. Unik sekali!

*** Silahkan subscribe dengan memasukkan email Anda ke kolom di bawah halaman ini (FOLLOW Blog). Please Subscribe to follow this blog site.

*** Setelah Subscribe berhasil, Anda akan dapat menerima artikel baru setiap hari Senin, Selasa, Kamis dan Jumat.

3 comments

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s