Sebaiknya Bisa Makan Cabe


Cabe berguna bagi kesehatan. Sambal pun berguna. Lebih-lebih bila dibuat sambal dengan campuran aneka ragam bumbu lainnya.

Cabe mengandung vitamin C. Kandungan ini yang paling sering menjadi sorotan. Selain itu, ia juga mengandung vitamin lain dan mineral. Selain itu, cabe pun mengandung protein, karbohidra, lemak dan serat.

Mungkin ada orang berkomentar. Tidak makan cabe dan tak makan sambal tidak akan mati. Ini benar adanya. Penulis juga sependapat, tidak makan cabe dan sambal tidak akan mati.

Dengan mengkonsumsi cabe, ada zat-zat gizi yang diserap oleh tubuh kita. Kandungan gizi dari cabe melengkapi kebutuhan tubuh kita akan zat-zat gizi. Barangkali ada orang yang berkomentar lagi: zat-zat gizi dari cabe bisa digantikan dari sumber makanan lain, terutama sayur-mayur. Ini benar!

Meskipun begitu, penulis hendak mengajak kita berpikir lebih menyeluruh. Cabe adalah salah satu sumber makanan bagi manusia. Sebagian orang mengkategorikannya sekedar bahan penyedap. Bahkan, cabe hanya salah satu dari sekian banyak penambah rasa, yakni rasa pedas. Tak sedikit makanan lain yang memberikan rasa pedas pula. Kita dapat menyebut di sini: lada, paprika dan andaliman. Daun mint pun mengandung rasa pedas. Apakah Anda dapat membedakan rasa pedas dari cabe, dari lada, dari paprika, dari andaliman dan dari mint? Coba deh bagi Anda-Andi yang suka makanan pedas!

Eksistensi cabe merupakan kekayaan hayati di dunia ini. Walaupun rasa pedasnya dapat digantikan oleh makanan lainnya, cabe tetaplah memainkan peranannya sendiri. Pastilah ada sesuatu pada cabe yang tak dimiliki oleh makanan sejenis lainnya. Inilah menjadikan cabe unik dibandingkan bumbu dan sayuran lainnya.

Cabe sendiri ada banyak jenis. Dua jenis cabe paling umum di pasaran: cabe keriting dan cabe rawit. Dua jenis cabe ini paling banyak di pasaran dan paling sering dikonsumsi masyarakat luas. Selain itu, masih banyak jenis cabe lainnya. Ada cabe superpedas yang bentuknya tak beraturan secara geometri. Belum lagi cabe khas dari daerah tertentu di Jawa, Sulawesi dan Kalimantan. Indonesia sendiri kaya akan aneka ragam cabe. Negara lain juga memiliki cabe yang tak kita jumpai di Nusantara. Menurut salah satu sumber yang dapat dipercaya, paling sedikit terdapat 14 jenis cabe di seantero dunia. Luar biasa ragam cabe!

Bapak Ibu dan Saudara-Saudariku sekalian, buat apa penulis membuat analisis ini semua? Jawabannya sederhana saja: Saya hendak mengajak Anda untuk makan cabe. Penulis hendak mendorong kita semua untuk makan cabe dan sambal. Bagaimana kalau tidak bisa makan cabe dari kecil? Itu bisa dipelajari. Bagaimana kalau tak tahan dengan rasa pedas? Ini pun bisa dipelajari. Perlahan-lahan! Sedikit demi sedikit!

Beruntunglah kalian yang sudah terbiasa makan pedas dari kecil. Ini berkat bagi hidup Anda. Hanya Anda perlu mengingat satu hal. Jangan makan cabe dan sambal over ya! Segala makanan bila dikonsumsi berlebihan pasti ada bahayanya, termasuk cabe dan sambal.

Secara pribadi, saya makan cabe dan sambal. Akan tetapi, tak perlu bertanding pedas-pedasan. Ini merupakan perlombaan yang tak manusiawi. Anda juga tak perlu setiap hari harus makan cabe atau sambal. Kita sebaiknya makan sevariasi mungkin dari sayur dan buah yang eksis di dunia ini, terutama sayur dan buah lokal.

*** Silahkan subscribe dengan memasukkan email Anda ke kolom di bawah halaman ini (FOLLOW Blog).

*** Setelah Subscribe berhasil, Anda akan dapat menerima artikel baru setiap hari Senin, Selasa, Kamis dan Jumat.

3 comments

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s