Kaget Listrik Token


Pada tahun 2006 penulis belajar bahasa Mandarin ke kota Xi’an. Ia adalah sebuah kota tua di Daratan China. Kurang lebih bisa dibandingkan kota Yogya bagi NKRI.

Xi’an terletak di Barat Laut dari Tiongkok. Ia menjadi kota terpenting dan termaju di wilayah Barat Laut. Dari segi pemekaran kota, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.

Sebulan awal berada di sana, ada beberapa hal yang membuat surprise. Salah satunya mengenai sistem listrik. Kota Xi’an sudah memakai listrik token.

Kami menyewa rumah kecil di sana. Ada dapur, kamar mandi, kamar tidur lalu beranda untuk menjemur pakaian. Letaknya berada di lantai 3, tanpa lift.

Suatu malam tiba-tiba kami mengalami padam lampu. Kami pikir listrik terputus alias padam listrik. Akan tetapi, semua tetangga tenang-tenang saja. Tidak ada pemadaman listrik. Beruntung bahwa pemilik rumah tinggal di sebelah rumah kami. Kami mendatangi dan menanyakan padanya.

Dia langsung mengambil selembar kartu. Kartu sebesar kartu ATM ditusukkan ke dalam meteran listrik. Angka listrik bertambah. Lampu segera menyala kembali.

Rupa-rupanya itulah yang kini kita kenal sebagai listrik token. Jauh sebelum kami pergi ke Xi’an, mereka sudah terbiasa dengan sistem token. Bila listrik kita habis maka lampu di dalam rumah akan padam. Begitu pula dengan segala alat lain yang mengandalkan listrik. Untuk menyalakan kembali, kita harus mengisi ulang pulsa listrik kita.

Listrik sistem token memberikan kemudahan. Kita bisa mengontrol pemakaian listrik. Akan tetapi, apabila listrik kita habis dan tidak diisi maka kita tidak bisa menikmati aliran listrik. Kita harus membeli pulsa listrik lagi.

Listrik sistem token seumpama membeli pulsa buat telepon genggam. Sistem token tak ubahnya sistem prabayar. Kita membayar di muka lalu memakai listrik sampai habis. Sebelum habis, diharapkan kita sudah mengisi kembali atau menambah pulsanya.

Rumah-rumah baru di Indonesia sekarang sudah memakai listrik sistem token. Setiap bulan tak perlu lagi ada petugas datang ke rumah untuk mencatat pemakaian listrik kita. Kita sendiri yang harus mengontrol pemakaian listrik kita.

Bapak Ibu Saudara-Saudari sekalian, kita harus mulai membiasakan diri dengan sistem token. Apabila belum terbiasa dengan sistem token, suatu hari Anda bisa mengalami pengalaman seperti kami. Sistem token listrik kita sekarang cukup sederhana. Kita tinggal membeli pulsa listrik di minimarket. Anda juga dapat membelinya secara online ataupun di ATM. Tinggal memasukkan nomor akun listrik token kita. Setelah membeli, kita mendapatkan angka voucher. Angka voucher itulah yang kita masukkan ke dalam meteran listrik di rumah. Pulsa listrik kita akan bertambah. Beres deh begitu!

*** Silahkan subscribe dengan memasukkan email Anda ke kolom di bawah halaman ini (FOLLOW Blog).

*** Setelah Subscribe berhasil, Anda akan dapat menerima artikel baru setiap hari Senin, Selasa, Kamis dan Jumat.

2 comments

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s