Suber Laku Keras

Tiga minggu terakhir ini beredar kisah Suber. Banyak orang kirim-mengirimkan di medsos. Suber menjadi sedikit viral.

Apakah Suber itu? Maksudnya adalah susu beruang. Suber merupakan salah satu merek susu murni. Dahulunya diimpor dari Australia. Belakangan ini mulai diproduksi di Indonesia dengan merek yang sama.

Bagaimana kisah viral Suber? Menurut mereka yang termakan berita ini, Suber dapat membersihkan paru-paru. Suber dapat menyembuhkan penyakit flu, termasuk Corona. Berhubung angka penularan Covid-19 akhir-akhir ini agak tinggi, maka mitos ini laris manis. Orang-orang Indonesia termakan mitos Suber.

Akibat dari mitos ini, Suber laku keras di pasaran. Konon kabarnya, sebagian orang kesulitan untuk membeli Suber. Stok di pasaran sold out. Biasanya dalam kondisi seperti ini, ada orang yang memanfaatkan demi keuntungan ekonomis.

Para ahli gizi dan dokter lantas berkomentar. Mereka menanggapi mitos ini. Tidak benar Suber dapat melawan Corona. Tak benar juga Suber dapat mengobati flu. Itu hanya mitos yang beredar di masyarakat.

Secara pribadi, penulis juga menerima kiriman WA tentang khasiat Suber. Tak hanya itu, ada famili yang mengingatkan untuk stok beberapa kaleng Suber. Buat persediaan kalau-kalau tertular Corona.

Penulis menanggapinya begini. Apakah harus Suber? Bagaimana dengan susu murni dari Lembang? Lalu susu murni dari Batu Malang? Ataupun susu murni pruduksi daerah lainnya di Indonesia? Termasuk dapat kita sebutkan di sini, beberapa merek susu murni produksi dari Cimory, Indomilk dan lainnya.

Apa maksudnya ini? Kalau percaya pada Suber, Anda pun dapat memilih susu murni merek lainnya. Tak harus merek Suber. Selain itu, susu murni tak bermerek sama sekali pun sama saja. Kalau perlu pelihara sapi sendiri, setiap hari tinggal memeras susu murni di belakang rumah. Weleh, weleh, weleh! Tak perlu sampai termakan mitos Suber.

Mungkin pula propoganda masa silam masih tergiang di telinga kita. Empat Sehat Lima Sempurna! Ini lebih cocok buat anak-anak, terutama anak-anak sampai pasa usia dua tahun. Artinya, dari 0-2 tahun, anak-anak memerlukan ASI. Apabila si anak tak bisa mendapatkan ASI maka dia perlu mendapatkan susu murni lain sebagai pengganti. Pertumbuhan awal bayi amat bergantung pada susu murni, sebisa-bisanya ASI.

Dalam kondisi tanpa pandemi, setiap orang perlu hidup sehat. Di tengah terpaan pandemi, terlebih lagi orang-orang perlu hidup sehat. Salah satu faktor hidup sehat adalah kecukupan gizi. Gizi ditentukan oleh keseimbangan antara karbohidat, lemak, protein, vitamin dan mineral. Ini hal yang paling mendasar guna menjaga stamina dan imunitas.

Bapak Ibu Saudara-Saudariku sekalian, janganlah Anda sampai  termakan mitos Suber! Jagalah kesehatan tubuh Anda dan keluarga! Perhatikanlah kesimbangan gizi dalam makanan sehari-hari! Semoga Anda sehat senantiasa di tengah serangan pandemi Corona ini!

*** Silahkan subscribe dengan memasukkan email Anda ke kolom di bawah halaman ini (FOLLOW Blog). Please Subscribe to follow this blog site.

*** Setelah Subscribe berhasil, Anda akan dapat menerima artikel baru setiap hari Senin, Selasa, Kamis dan Jumat.

2 comments

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s