Tidur dan Berbaring Terus Berbahaya

Di satu pihak, kita bekerja dan belajar. Di lain pihak kita istirahat dan tidur. Kekurangan istirahat dan tidur dapat menurunkan produktifitas bahkan bisa jatuh sakit.

Akan tetapi, ada orang-orang tertentu yang tidur berlebihan, atau beristirahat berlebihan. Caranya adalah terus berbaring, sepanjang hari berbaring.

Ayah penulis pernah jatuh sewaktu naik kursi. Usia sudah tak kurang dari 75 tahun. Lantas beliau menjadi takut berjalan. Sehari ke sehari duduk saja, lalu berbaring saja. Akhirnya lebih sering berbaring.

Lama kelamaan hanya bangun untuk duduk makan. Sesudah itu berbaring kembali. Walaupun tidak tidur terus-menerus, namun hampir sepanjang hari berbaring.

Dua bulan berlalu dengan berbaring. Betis dan paha menjadi kurus. Kaki menjadi lemah, tak bertenaga. Akhirnya tak mampu berjalan, duduk sebentar pun sudah tak kuat. Singkatnya, laksana orang lumpuh walaupun tidak lumpuh.

Sesudah dibawa ke dokter, beliau diberi nasehat. Perlu berlatih duduk. Perlu latihan goyangkan kaki. Duduk agak tinggi sehingga kaki bisa diayun-ayunkan.

Bagaimana menjalani proses latihan tersebut? Awalnya perlu latihan untuk bisa duduk, tidak berbaring terus. Dari duduk, lalu latihan merangkak, seperti seorang bayi. Lanjut, latihan pegang ranjang dan berdiri tegak di atas dua kaki. Dari latihan berdiri, baru latihan jalan dengan pegangan tongkat.

Sesudah proses latihan berlangsung setengah bulanan lebih, beliau sudah dapat duduk kembali. Beliau dapat berdiri kembali. Beliau dapat berjalan kembali. Bagus, bagus, bagus! Terpujilah Tuhan!

Apabila kaki berhenti berdiri, berhenti berjalan, kita akan seperti orang lumpuh. Otot kaki kita perlu bergerak dan berlatih setiap hari.

*** Silahkan subscribe dengan memasukkan email Anda ke kolom di bawah halaman ini (FOLLOW Blog). Please Subscribe to follow this blog site.

*** Setelah Subscribe berhasil, Anda akan dapat menerima artikel baru setiap hari Senin, Rabu dan Jumat.

5 comments

  1. Artikel di atas dialami oleh saya sendiri, memang benar, kalau kaki tdk / jarang digerakkan, akan kurus karena otot tdk digerakkan. Itu disebabkan karena kaki kiri saya jatuh dan patah, dan dalam rawat jalan pakai tongkat, karena tidak berani injak ke tanah karena sakit nyeri, yg menyebabkan kaki yg patah itu kurus sebelah, setelah berlatih selama 6 bulan, baru normal kembali.

    Suka

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s