Mahasiswa Tak Pengen Kuliah

Kali ini kita melihat jenis mahasiswa lain. Penulis menemukan mahasiswa ini di jurusan manejemen. Waktu itu saya memberi mata kuliah umum dan wajib. Kita beri nama saja sebagai mahasiswa tak pengen kuliah. Beginilah gambaran mahasiswa yang satu ini.

Mahasiswa ini selalu datang kuliah. Di dalam kelas, dia mencari tempat duduk, lalu tidur di kursi. Dia tak pernah ribut, tak pernah menyimak, tak pernah bertanya, tak pernah mencatat.

Sesudah kuliah berjalan empat minggu, penulis memanggil dan mengajaknya untuk berbicara. Dari obrolan itu tahulah saya bahwa dirinya sama sekali tidak punya rencana kuliah. Sewaktu SMA selesai, dia hendak bisnis. Orang tuanya tak meluluskan niatnya itu, menyuruh dia kuliah dulu. Rupa-rupanya itulah sebab dia selalu tidur dalam kelas. Dia sama sekali tidak kepengen kuliah. Dia hendak langsung bisa bekerja dan bisnis.

Saya menganjurkan dia untuk membicarakan hal itu pada orang tuanya. Penulis sempat berjanji padanya: apabila diperlukan, saya bersedia membantu dia untuk membicarakan rencananya pada orang tuanya. Sesudah lewat beberapa minggu, sikapnya agak sedikit berubah. Dia mulai mau mendengar kuliah namun tetap tak terlalu antusias. UTS dan UAS dapat dilalui dengan nilai yang sedang-sedang saja. Akhirnya dia lulus juga dalam mata kuliah tersebut.

Ini cermin dari seorang mahasiswa yang SMU selesai pengen langsung bekerja atau bisnis. Dia sama sekali tak hendak kuliah. Dia tak kepengen dapat gelar S1. Sebenarnya orang dengan rencana demikian tidak salah sama sekali. Bekerja dan bisnis pun bagus walau cuma lulus SMU. Orang seperti ini pun tetap dapat sukses hidupnya. Sesudah bekerja dan bisnis pun, apabila suatu hari kelak dia hendak kuliah, masih ada banyak solusi. Bisa kuliah malam, kuliah akhir pekan atau bahkan ambil kuliah di Universitas Terbuka dengan waktu belajar yang dapat diatur sendiri. Hidup ini tidak harus kuliah. Hidup ini minimal harus menyelesaikan SMA atau sederajat! Marilah kita mendorong dan mendukung orang-orang di sekitar kita untuk menyelesaikan pendidikan, minimal SMA atau sederajat!

*** Silahkan subscribe dengan memasukkan email Anda ke kolom di bawah halaman ini (FOLLOW Blog). Please Subscribe to follow this blog site.

*** Setelah Subscribe berhasil, Anda akan dapat menerima artikel baru setiap hari Senin, Rabu dan Jumat.

4 comments

  1. Minimal SMA, mau bisnis…. minimal harus banyak mengikuti seminar2 bisnis atau baca buku2 bisnis. Rasanya jika SMA saja tanpa belajar berkelanjutan seperti banyak baca buku, atau seminar2 , rasanya tidak mungkin bisa

    Suka

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s