Becermin dari Tiongkok dan Taiwan

oleh Hali

Masyarakat dunia sedang bekerja keras menghadapi wabah Corona. Mereka berupaya mencegah perluasan penularan. Cara ini dan cara itu pun ditempuh.

Kali ini kita akan melihat dua model yang sangat berhasil.

Model yang pertama berasal dari Tiongkok. Begitu wabah merebak, kota Wuhan langsung dikarantina. Selanjutnya tindakan karantina meluas pula ke propinsi Hubei di mana Wuhan adalah ibukota propinsi. Tak boleh keluar kota dan tak boleh masuk kota.

Upaya Tiongkok disinyalir amat berhasil. Keberhasilan ini tak hanya bergantung pada karantina total itu sendiri. Banyak unsur lain turut menunjang. Disiplin hidup, pemakaian masker, data melalui ponsel, ekonomi, devisa yang kuat dan sistem sosialisme. Semua faktor itu mendukung penerapan karantina.

Ada negara-negara lain yang mencoba untuk menerapkan karantina. Akan tetapi, mereka tak didukung oleh faktor-faktor penunjang lain di dalam negeri. Hasilnya, jauh panggang dari api. Bukan tanpa hasil sama sekali sih.

Model yang kedua dari Taiwan. Mereka menerapkan karantina mandiri bagi orang tua dan orang-orang yang mengidap penyakit gangguan pernafasan, sakit jantung, darah tinggi dan diabetes. Keempat penyakit ini amat rentan terhadap Corona. Orang-orang yang tak memiliki riwayat empat macam penyakit tersebut dapat tetap bekerja dengan memakai masker dan menjaga jarak fisik. Dengan demikian, baik faktor ekonomi maupun faktor kesehatan keduanya dipertimbangkan. Taiwan berhasil menghadapi pandemi Corona.

Secara garis besar, Taiwan membedakan mereka yang komorbid (komorbiditas) dan yang sehat. Pembedaan ini memperlihatkan bahwa mereka yang komorbid lebih lemah tubuhnya apabila sampai tertular Corona. Bagi mereka yang nonkomorbid akan memiliki imunitas tubuh yang lebih kuat jikalau sampai tertular Covid-19.

Bagaimana dengan Indonesia? Kita tidak mengikuti model Tiongkok maupun Taiwan. Banyak faktor pendukung dalam negeri dari negara kita yang amat berbeda dengan Tiongkok dan Taiwan.

Secara umum, dari sisi ekonomi dan kesehatan, Indonesia dinilai berhasil. Menurut sebuah data, dalam urutan keberhasilan, Indonesia menempati urutan nomor 6 dari lebih dari 150 negara. Ini merupakan suatu peringkat yang tinggi dan berhasil. Bagaimana dengan masing-masing kota atau propinsi di Indonesia? Kita masih menanti kelanjutannya dalam upaya menghadapi wabah pandemi Corona!

6 comments

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s