Siap Sedia Hadapi Corona


Tak ada seorang pun suka menghadapi Corona. Kita mau tidak mau harus mempersiapkan diri. Senang atau tidak, berani atau takut, tetap saja kita harus siapkan diri untuk menghadapinya.

Langkah-langkah preventif perlu bagi semua orang. Selagi kita belum tertular, marilah melakukan langkah preventif. Kurangi keluar rumah! Hindari tempat ramai atau kerumunan! Apabila terpaksa berada di tempat ramai, pakailah masker! Begitu pulang, langsung mandi bersih dan mencuci semua pakaian. Kita perlu makan bergizi yang berimbang, antara karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Makanan tradisional seperti nasi padang dengan varian sayur lauknya, gado-gado, pecel, soto, rujak petis, lotek, karedok dan lainnya merupakan makanan yang lengkap dan kaya gizi. Minuman tradisional seperti jamu, wedang jahe, uwuh, bajigur, bandrek bahkan tuak, saguer, sopi (jangan sampai mabuk ya!) pun menolong menjaga stamina tubuh.

Dengan tindakan preventif, terkadang masih saja bisa tertular. Jikalau kita sudah berhati-hati dengan tindakan preventif dan tetap tertular juga, maka terimalah kenyataan itu! Kita perlu mengisolasi diri dan mengobati untuk menuju pemulihan. Perlu kita ketahui bahwa sebagian besar adalah OTG, orang tanpa gejala. Artinya, walaupun telah tertular Covid-19, mereka tetap sehat-sehat saja, bisa melakukan aktifitas sehari-hari, tanpa merasakan ada sakit-penyakit di tubuh. Jadi pada dasarnya, kita tidak perlu takut dan tidak perlu panik. Isolasi diri dan satu dua minggu kondisimu akan pulih dan sembuh.

Bagaimana jika semakin memburuk, bertambah parah bahkan sampai meninggal dunia? Saudara-Saudari sekalian, perlu kita ketahui bersama bahwa sebagian besar orang-orang yang meninggal karena tertular Corona sebenarnya mereka sudah memiliki penyakit-penyakit tertentu sebelum virus Corona muncul. Sebagian besar korban yang meninggal karena sudah mengidap penyakit pernafasan, sakit jantung, darah tinggi dan diabetes. Itulah penelitian parah ahli di Taiwan. Sebagian besar orang yang tertular Covid-19 akan sembuh, lewati waktu akan pulih. Namun bila sudah mengidap beberapa penyakit tertentu, mungkin saja tidak sembuh-sembuh. Ujung-ujung semakin parah dan akhirnya meninggal dunia.

Kalaupun Anda, keluarga dan handai taulan, ada yang semakin memburuk dan akhirnya meninggal dunia, mau tak mau kita perlu berlapang dada menerima kenyataan pahit ini. Barangkali memang ajal beliau telah tiba. Manusia tak kuasa menghalangi atau menghindari ajal. Bilamana ajal sudah datang menjemput, kita harus perlu mempersiapkan hati untuk pergi dari dunia ini. Lepaskanlah dengan lapang dada! Preventif sudah dilakukan, pengobatan sudah dilakukan, ajal datang menjemput, manusia tak berdaya. Manusia harus berbesar hati menyambut datangnya ajal masing-masing.

2 comments

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s