PSH Ala Comenius

Oleh Hali

PSH merupakan singkatan dari pendidikan sepanjang hayat. Konsep yang sama ini dalam bahasa Inggris umum disebut sebagai Lifelong Education. Ada pula menamakannya sebagai lifelong learing.

Salah satu model pendidikan sepanjang hayat (Lifelong Education) telah diajukan oleh John Amos Comenius. Beliau dijuluki sebagai Bapak Pendidikan Modern. Oleh karena itu, pandangan beliau amat patut untuk kita perhatikan bersama.

Beginilah Comenius membagi pendidikan manusia. Sepanjang hidup meliputi delapan macam persekolahan. Kita akan meringkaskannya satu persatu.

Pertama, dimulai dari sekolah kelahiran bagi para pemuda-pemudi sebagai calon orang tua yang akan memiliki bayi. Calon ayah ibu ini perlu dipersiapkan dengan pemahaman akan rumah tangga dan anak-anak.

Kedua, selanjutnya sekolah ibu dengan guru utama adalah si ibu dan si ayah dari bayi itu sendiri yang dilakukan di rumah masing-masing. Selain sekolah ibu, beliau memberikan nama sekolah kanak-kanak.

Ketiga, sekolah anak-anak merupakan sekolah bahasa nasional dengan bahasa pengantar bahasa nasional. Taraf ini setara dengan sekolah dasar enam tahun.

Keempat, sekolah remaja dinamakan juga sekolah bahasa Latin, dengan penekanan bahasa asing pada masa itu. Ini setara dengan SMP dan SMU yang lamanya enam tahun.

Kelima, sekolah pemuda yang mana pada masa itu dinamakan academy. Taraf ini merupakan pendidikan di perguruan tinggi. Bagi Comenius, hanya mereka yang lulus seleksi berhak menempuh sekolah ini. Sebagian orang cukup sampai di sekolah remaja lalu bisa langsung memasuki dunia kerja. Dengan kata lain, Banyak orang tak perlu menempuh sekolah pemuda.

Sesudah itu orang-orang tentu bekerja, entahkah bisnis sendiri bekerja pada negara atau bos tertentu. Akan tetapi, setamat sekolah remaja pun sudah banyak orang yang langsung terjun ke dunia kerja. Ini tidak mengapa. Sepanjang sekolah remaja diikuti dengan tekun dan serius, setiap orang bisa berhasil dalam hidupnya walaupun tanpa mengenyam pendidikan tinggi.

Keenam, bagi mereka yang mulai bekerja, tersedia semacam sekolah orang dewasa di mana orang memilih dan menekuni karirnya. Ini berlangsung sampai dia pensiun dan memasuki hari tua dalam sekolah orang tua.

Ketujuh, sebagai orang tua harus memikirkan hal-hal yang belum terselesaikan di dalam hidupnya. Masih ada satu sekolah yang terakhir.

Kedelapan, namanya adalah sekolah kematian. Pada setiap usia bisa saja orang mengalami kematian. Pada masa tua, orang tidak mungkin tidak mengalami kematian. Melalui sekolah kematian, orang-orang dipersiapkan untuk dengan tenang menghadapi datangnya kematian. Setiap orang hendaklah menjalani hidupnya secara benar dan baik-baik menjalani kehidupannya sampai dengan ajal datang menjemput.

Sudah jelas dan sudah lengkap model pendidikan sepanjang hayat yang digarisbesarkan oleh Comenius. Biarlah setiap kita dapat menyimaknya dengan baik. Kiranya semua orang dapat menjalani setiap tahap atau rentang kehidupannya secara benar, adil, bertanggung jawab dan kasih. Seumur hidup kita harus menjalani kehidupan kita masing-masing.

4 Comments

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s