Menuju Energi Surya

oleh Hali

Dua puluh tahun terakhir ini kita banyak mendengar tentang energi surya. Maksudnya tidak lain dari tenaga matahari, yakni anergi dari sinar matahari. Cahaya atau sinar matahari dapat diserap oleh panel lalu diubah menjadi tenaga listrik kemudian disimpan di baterai. Pada waktu malam, tenaga listrik tersebut dapat dipergunakan untuk keperluan lampu penerangan atau alat elektronik lainnya.

Sebenarnya energi surya sudah lama dikembangkan di negara lain. Tercatat Taiwan dan Jerman sudah lama mempergunakannya di beberapa tempat dengan panel surya yang besar sekali. Kedua negara tersebut sudah mulai mencoba pemakaian tenaga surya untuk kebutuhan listrik umum.

Pemakaian terbesar dari energi surya selama ini masih didominasi oleh alat pemanas air untuk mandi yang banyak dipasang di atas atap rumah-rumah. Ini merupakan pemanfaatan tenaga matahari yang paling sederhana. Seiring dengan meningkatnya kesadaran terhadap energi terbarukan, maka semakin banyak negara menggalakkan pemakaian tenaga surya. Selain itu, untuk menekan polusi akibat pemakaian bahan bakar fosil.

Akhir-akhir ini beberapa perusahaan, terutama Tiongkok, telah memproduksi panel surya dan baterai penyimpanan secara massal. Harga dari sistem tenaga surga dapat ditekan, semakin hari semakin rendah. Ini merupakan kabar yang amat menggembirakan bagi kita semua, juga seluruh umat manusia.

Bersyukurlah negara kita Indonesia pun telah menggalakkan penggunaan energi surya. Lampu penerangan di jalan tol sudah mulai sebagian memakai tenaga matahari. Daerah terpencil dan perbatasan yang sulit terjangkau listrik, mulai banyak memasang panel surya. Penduduk setempat dapat menikmati listrik dari energi surya. Pemanfaatan tenaga matahari perlu terus digalakkan ke rumah-rumah.

Satu kemajuan yang patut mendapat ajungan jempol! Bagaimana tidak? Nusantara berada di daerah tropis dan garis khatulistiwa. Sehari-hari cahaya matahari melimpah. Sepanjang tahun selalu berkelimpahan sinar surya. Sudah saatnya kita menggalakkan pemanfaatan tenaga surya. Ingat bahwa penggunaan energi surya nyaris tanpa polusi. Wilayah Indonesia dari Sabang hingga Merauke melimpah sinar matahari setiap harinya. Marilah bergerak menuju pemanfaatan energi surya! Kita bisa memulai dari lampu taman di depan rumah kita masing-masing.

Pekerjaan rumah tinggal tinggal dua. Pertama, mengedukasi masyarakat. Wawasan berpikir masyarakat perlu dicerahkan. Energi surya harus menjadi pilihan utama. Marilah kita berpartisipasi menggalakkan!

Kedua, sistem energi surya. Peralatan energi surya akan terus turun harganya. Seiring dengan itu, alat-alat tersebut akan semakin canggih dan efisien. Banyak orang dapat mempunyai akses kepada sistem tenaga matahari.

5 comments

  1. Kami sebagai warga masyarakat ekonomi lemah apa lagi daerah perdalaman yang saya lihat secara langsung banyak belum punya listrik. Kami harap pihak pemerintah harus ada tindak lanjut dengan Listri tenaga Surya. Hal ini sangat bermanfaat bagi semua masyarakat Indonesia. Juga harus bantu dengan harga terjangkau oleh masyarakat yang ekonomi lemah kebawah. Kami tunggu sosialisasinya. Terima kasih

    Disukai oleh 1 orang

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s