Belajar dari Joseph Tong (bagian 6)


Sebagian besar orang mengenal Bapak Joseph Tong sebagai seorang dosen, profesor, mantan rektor di ITS dan STTB. Sebagian orang lagi mengenal beliau sebagai seorang pendeta, pengkhotbah dan penceramah. Sangat sedikit orang yang mengenal beliau sebagai seorang konselor dan psikolog.

Ada pun latar belakang pendidikan beliau didahului dengan sekolah teologi di Indonesia dan USA. Sesudah itu beliau mengambil master untuk bidang teologi yang dilanjutkan dengan MBA dalam bidang ekonomi bisnis. Program S3 yang diambilnya, bukanlah teologi maupun bisnis. Doktoral beliau berasal dari bidang psikologi pendidikan. Tak boleh dilupakan pula bahwa Bapak Joseph Tong juga adalah seorang psikolog/psikiater dengan surat izin resmi. Selama di USA beliau pernah praktek sebagai seorang psikolog.

Berkenaan dengan psikolog/psikiater, sesudah tidak praktek psikolog lagi, maka keahlian tersebut tetap digunakan untuk menolong atau membimbing orang-orang. Setiap kali apabila sedang mengajar ke Bandung, ada saja beberapa orang jemaat yang telah mengatur janji pergi ke asrama untuk meminta konseling. Umumnya orang-orang tersebut berasal dari gereja di Bandung yang sudah coba ditanggani dan tidak mendapatkan jalan keluar yang benar. Begitu beliau ke Bandung maka jemaat-jemaat tersebut dirujuk kepada Bapak Joseph Tong. Orang-orang dengan aneka permasalahan telah dikonselingnya: harta warisan, LGBT, pisah rumah sampai perceraian.

Tak jarang sesudah permasalahan orang-orang yang dibimbingnya telah teratasi, beliau menceritakan kepada penulis duduk persoalan dan prinsip-prinsip penangganannya. Tentu hal ini merupakan privasi orang dan bukan untuk diceritakan. Tampaknya Bapak Joseph Tong hanya ingin berbagi pengalaman menanggani persoalan agar penulis pun dapat belajar sesuatu dari kasus-kasus yang telah ditangganinya. Terima kasih kepada Pak Joseph Tong yang telah berkenan berbagi dan mempercayakan pengalaman-pengalaman dalam menanggani atau mengkonseling orang-orang. Kiranya suatu waktu pun apabila ada orang yang menghadapi persoalan-persoalan serupa, penulis dapat menerapkan prinsip-prinsip penting untuk membimbing dan menolong mereka.

One comment

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s